DPRD Karimun Kecam PHK Sepihak 14 Pekerja PT MOS, Novi: Kita Keroyok di Lintas Komisi Nanti

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ia juga mengingatkan PT MOS perihal kerusuhan yang pernah terjadi di dalam perusahaan itu beberapa tahun lalu agar tidak terulang kembali.

“Jangan sampai kejadian kerusuhan beberapa tahun lalu kembali terulang di PT MOS, yang dipicu dari kecerobohan manajemen. Masyarakat kalau sudah lapar apapun bisa terjadi,” ingatnya.

Di samping itu, aturan main yang diberlakukan pada perusahaan tersebut harusnya berpihak kepada pekerja dan memberikan efek positif bagi daerah.

Artinya ketika berinvestasi di Kabupaten Karimun, maka keuntungan bagi PAD dan bagi pekerja harus ada.

“Tapi kalau seperti ini tidak ada untungnya juga bagi daerah, apalagi bagi masyarakat,” kata Novi.

.Baca : Disaksikan Wabup Karimun, Tim Gabungan Kerahkan 5 Perahu Karet Singkirkan Enceng Gondok dari Danau Taman Hijau

.Baca : PD BPR Karimun Berikan Kemudahan Pinjaman saat Pandemi Covid-19

Dia juga mengaku masih ingat berbagai macam kecelakaan kerja yang terjadi pada PT MOS, termasuk ledakan air bag yang mengakibatkan puluhan pekerja luka parah.

Mirisnya lagi, para korban ternyata tidak didaftarkan ke dalam program perlindungan di BPJS Ketenagakerjaan.

“Kejadian-kejadian yang diakibatkan kelalaian dari manajemen PT MOS sudah cukup banyak. Sekarang ditambah pula kebijakan yang dikeluarkan secara sepihak ini,” beber Novi.

Dari informasi yang diperoleh, ementara 14 pekerja yang di-PHK sepihak itu masih menyisakan beberapa bulan lagi kontrak kerja.

Namun perusahaan enggan membayarkan sisa kontraknya.

Muncul dugaan PT MOS menghindari pemberian status permanen kepada 14 pekerja tersebut.

Dari 14 pekerja PT MOS yang dipecat, sembilan diantaranya merupakan warga Pulau Karimun, dan sisanya merupakan warga yang berdomisili di wilayah hinterland. (*)

Penulis: Rachta Yahya/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.