Dugaan Korupsi Dana Hibah Kota Batam: “Belum Semua Pengerjaan Selesai Sampai Kini”

Undangan penyelidikan kasus dana hibah di Kota Batam.(suryakepri.com/ist/purwoko)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Berbagai kasak-kusuk dan dugaan mencuat seiring berlangsungnya penyelidikan oleh Subdit Tipikor Polda Kepri terhadap tindak pidana korupsi pada belanja hibah Pemerintah kota Batam tahun anggaran 2020.

Selain dugaan korupsi akan jumlah anggaran yang dikucurkan, dugaan juga mencuat menyangkut adanya laporan fiktif penggunaan anggaran di Pemko Batam itu.

Sumber Suryakepri.com menuturkan, tidak sedikit LPJ yang dibuat oleh para penerima melebihi tenggat waktu tutup anggaran, yakni 20 Desember 2020.

Baca: Polda Kepri Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah untuk Tempat Ibadah di Kota Batam

Baca: Ini Pengakuan Hengky Steven, Uang Rp500 Juta Hasil Penggelapan Mobil Mewah di Batam Buat Judi

Baca: Kepala Kejari Batam Benarkan Pemeriksaan Dugaan Korupsi Kadishub Batam

“Bahkan ada yang tadi cerita saat menunggu pemeriksaan, sampai sekarang ada yang belum selesai pengerjaannya. Nah bagaimana ini, kok laporan sudah bisa dibuat dinas di Pemko Batam kelar 20 Desember? Apakah itu fiktif atau bagaimana, itu nanti penyidik pasti cross check,” kata seorang warga tersebut.

Ia sendiri selaku praktisi proyek merasa heran dengan realisasi program ini. Sebab secara teknis, pengerjaan selama 20-22 hari dipastikan tidak semua mampu menyelesaikan.

Apalagi juga disertai dengan kewajiban LPJ yang harus diserahkan pada 20 Desember. Sehingga hal ini terkesan dipaksakan.

Ia pun sangsi bahwa laporan dari dinas terkait atau Pemko Batam valid sesuai fakta di lapangan.

“Secara teknis (proyek fisik) ini sudah tidak lazim. Mengenai bagaimana bisa laporan penggunaan hibah ini dibuat Pemko, kita memang tidak tahu bagaimana ceritanya,” kata sumber tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.