PHRI dan Serikat Pekerja Kota Batam Minta Disnaker Fasilitasi Pengusaha Hotel dan Pekerja, Pesangon Wajib Dibayarkan

Penulis: Romi Kurniawan/ Editor: Yeni

Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto
Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam menyambut baik saran Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyelesaikan masalah pesangon pekerja secara Bipartit dengan pihak pengusaha hotel.

Pasalnya, dimasa pandemi Covid-19, pengusaha merugi karena tidak ada pemasukan dan terpaksa menutup usaha hotel.

“Yang bisa memfasilitasi kedua belah pihak hanya Dinas Ketenagakerjaan, agar pihak pengusaha dan pekerja ada titik temu terkait pesangon yang akan diberikan,” kata Muhammad Mansyur, Ketua PHRI Batam, Rabu (3/3/2021).

Mansyur mengatakan, data yang didapat PHRI, ada empat hotel yang tutup di Batam dan semua terkendala masalah pesangon kepada pekerja.

“Kalau bisa secara Bipartit lebih bagus, tapi kita tidak menginginkan hal-hal lain terjadi. Makanya perlu Dinas Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto menjelaskan, permasalahan pesangon tidak bisa secara Bipartit, tapi harus Tripartit.

“Kedua belah pihak harus memenuhi hak-haknya, dan itu susah jika hanya pihak pekerja dan pengusaha,” kata Suprapto.

Lanjut Suprapto, Dinas Ketenagakerjaan juga wajib menyampaikan terkait Undang-Undang Ketenagakerjaan, sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Pengusaha ini banyak kali alasannya, dan alasan umum masalah Covid-19. Kalau ada Dinas Ketenagakerjaan akan lebih baik, bisa diatur kapan pembahasannya,” ujarnya. (*)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.