18 Unit Kamar Apartemen Aset Tersangka BTS Disita Kejagung -Kasus Korupsi PT ASABRI

Kepala Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (Suryakepri.com/ist)
Kepala Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (Suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam Perkara tindak pidana korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 triliun.

Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni asset-aset milik dan atau yang terkait Tersangka BTS berupa 18 (
unit kamar di Apartemen South Hills sebagai tindak lanjut dari proses penggeledahan di Apartemen Soulth Hills beberapa waktu lalu.

“Penyitaan unit kamar di Apartemen Soulth Hills tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang pada pokoknya memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap bangunan / unit di Apartemen Soulth Hills,” kata Kepala Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Sabtu (6/3/2021).

.Baca : Penyidik KPK Mampir ke Batam, Geledah 4 Lokasi dan Sisir Dokumen Kasus Kawasan Bebas

.Baca : Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi di Bintan, KPK Geledah 4 Lokasi di Batam

Sebagaimana telah dirilis sebelumnya, telah disita beberapa asset tanah persil milik dan atau yang terkait dengan Tersangka BTS yaitu;

1. 155 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan akta jual beli) dengan luas total 343.461 m2, ditaksir senilai Rp.230.000.000.000.
2. 566 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan Surat Pelepasan / Pengakuan Hak (SPH) dengan luas seluruhnya 1.929.502 m2.
3. 131 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT. Harvest Time dengan luas total 1.838.639 m2.
4. 2 bidang Tanah yang terletak di Kota Batam (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT. Mulia Manunggal Karsa luas total 200.000 m2.

“Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya,” ujarnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.