Dua Kapal Pencuri Ikan Berbendera Vietnam di Laut Natuna Ditangkap Baharkam Polri, Dua Kapal Dibawa ke Batam

Dua kapal penangkap ikan asal Vietnam diperairan Natuna, Kepri diamankan kapal patroli Baharkam Mabes Polri, Minggu (21/3/2021).
Dua kapal penangkap ikan asal Vietnam diperairan Natuna, Kepri diamankan kapal patroli Baharkam Mabes Polri, Minggu (21/3/2021).
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Dua kapal penangkap ikan asal Vietnam diperairan Natuna, Kepri diamankan kapal patroli Baharkam Mabes Polri, Minggu (21/3/2021).

Kapal ikan asing yang pertama diamankan saat berada di posisi 06° 41 770′ LU – 109° 21 326′ BT / Perairan Laut Natuna Utara dengan nama kapal DUC LOI 6 / BL 93333 TS, dan kapal kedua diamankan pada posisi 06° 41 848 LU – 109°.21.266′ BT / Perairan Laut Natuna Utara dengan nama kapal BV 4419 TS.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, dua kapal asing tersebut terdeteksi saat berada di wilayah Perairan laut Natuna Utara, pada hari Kamis (18/3/2021).

.Baca : Tanda-tanda Baik bagi Industri Pariwisata, Dua Kapal Pesiar Jerman Sandar di Pelabuhan Baru Dubai

.Baca : Begini Penjelasan KSOP Batam, dan PT Graha Trisakti Terkait Kapal Acacia Nassau

“KP Bisma – 8001 Berhasil mendeteksi 2 Unit Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam, yang akan melakukan pencarian ikan di wilayah perairan Indonesia. Selanjutnya dilakukan pengejaran dan KP. Bisma – 8001 berhasil mengamankan 2 unit Kapal Ikan Asing tersebut,” kata Goldenhardt, Minggu (21/3/2021).

Goldenhardt menuturkan, kapal DUC LOI 6 / BL 93333 TS, nahkoda bernama Nguyen Ngok Sang beserta Anak Buah Kapal Warga Negara Vietnam.

“Kapal kedua BV 4419 TS, Nakhoda bernama Tian Hiiny Dung, beserta Anak Buah Kapal Warga Negara Vietnam,” ujarnya.

Lanjut Goldenhardt, kedua kapal ikan asing tersebut langsung dikawal oleh KP Bisma – 8001 menuju Kota Batam. Kedua Kapal Ikan Asing tersebut diduga telah melanggar pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) Bagian Keempat Penyederhanaan Perizinan Berusaha Sektor.

“Selain itu juga melanggar Undang- Undang RI Nomor 11 tahun 2020, tentang Cipta Kerja Jo Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan,” ungkap Goldenhardt.(*)

Penulis: Romi Kurniawan/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.