Penyidik Kejati Kepri Periksa 22 Mantan Anggota DPRD Natuna

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Jendra Firdaus (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Jendra Firdaus (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) periksa 22 orang mantan anggota DPRD Natuna, Selasa (23/3/2021).

Mereka diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Natuna Tahun 2011-2015.

Pemeriksaan terhadap saksi itu disampaikan Kepala Penerangan Hukum Kejati Kepri Jendra Firdaus.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Pemberian Tunjangan Perumahan bagi Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2011 S/D 2015 pada DPRD Kabupaten Natuna atas nama tersangka HC, IS, RA, M dan S,” kata Jendra.

.Baca : Inna lillahi wa inna illahi roji’un, Mantan Jaksa Agung Republik Indonesia H. Basrief Arief Meninggal Dunia

.Baca : Jaksa Sita Kerugian Keuangan Negara Rp 4,2 Miliar dari Mantan Bupati Minahasa

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan Penyidik yang memeriksa serta i wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Sebagaimana diketahui, penyidik Kejati Kepri telah menetapkan lima tersangka dalam perkara tersebut. Kelima tersangka ini ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2017 lalu.

Mereka adalah dua mantan Bupati Natuna Raja Amirullah dan Ilyas Sabli, Hadi Candra selaku Ketua DPRD Kabupaten Natuna periode tahun 2009-2014, Makmur selaku Sekretaris DPRD Kabupaten Natuna periode tahun 2009-2012, Syamsurizon selaku Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Natuna periode tahun 2009-2016.

Kelima tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 Undangan-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi, Jo Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, Jo Pasal 5 ayat 1 ke 1 KUHP. (*)

Penulis : Muhammad Bunga Ashab/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.