Kekerasan Anti-Asia Sudah Berakar dalam Imperium AS, Meledak Dipicu Covid-19   

Banyak dari perempuan Korea yang tereksploitasi ini tiba di AS Selatan, wilayah yang menampung banyak pangkalan militer domestik, yang menyaksikan perkembangan prostitusi militer.

Demonstran membawa karton bertuliskan hentikan kebencian terhadap orang Asia. (Foto dari DW.com)
Demonstran membawa karton bertuliskan hentikan kebencian terhadap orang Asia. (Foto dari DW.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Jika kita ingin menghentikan kebencian anti-Asia di Amerika Serikat (AS), kita harus mengakui bagaimana kebijakan luar negeri AS melanggengkannya.

Demikian tulis Christine Ahn , Terry K Park, dan Kathleen Richards di The Nation.com edisi 19 Maret 2021, dalam artikel berjudul “Anti-Asian Violence in America Is Rooted in US Empire”.

Christine Ahn adalah direktur eksekutif Women Cross DMZ dan koordinator Korea Peace Now!, Terry K Park adalah dosen Program Studi Amerika Asia di University of Maryland, College Park, dan Kathleen Richards adalah direktur komunikasi Women Cross DMZ.

Tak lama setelah pembunuhan massal di Georgia — termasuk enam korban wanita Asia — awal pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengecam kekerasan tersebut, dengan mengatakan kekerasan itu “tidak memiliki tempat di Amerika atau di mana pun.”

Blinken membuat komentar dalam rangkaian perjalanan luar negeri pertamanya ke Asia bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin, manakala Blinken memperingatkan China bahwa Amerika Serikat akan melawan “paksaan dan agresi,” dan Austin memperingatkan Korea Utara bahwa Amerika Serikat siap untuk ” bertarung malam ini. ”

BACA JUGA:

Namun retorika hawkish [agresif dan lebih mengedepankan aksi fisik] terhadap China — yang pada awalnya disebarkan oleh Donald Trump dan anggota Partai Republik lainnya seputar virus corona — telah secara langsung berkontribusi pada meningkatnya kekerasan anti-Asia di seluruh negeri.

Faktanya, hal itu mencerminkan sejarah panjang kebijakan luar negeri AS di Asia yang berpusat pada dominasi dan kekerasan yang dipicu oleh rasisme.

Orang Asia yang diremehkan secara tidak manusiawi telah membantu membenarkan perang tanpa akhir dan perluasan militerisme AS. Dan ini memiliki konsekuensi yang mematikan bagi orang Asia dan Asia Amerika, terutama kaum perempuan.

Kekerasan anti-Asia melalui kebijakan luar negeri AS telah terwujud dalam perang yang telah menewaskan jutaan orang, mencabik-cabik keluarga, dan menyebabkan migrasi besar-besaran; dalam uji coba nuklir dan penyimpanan senjata kimia yang mengakibatkan pencemaran lingkungan di Okinawa, Guam, dan Kepulauan Marshall.

Dalam penggunaan napalm dan Agen Oranye secara luas di Vietnam, Laos, dan Korea; di pangkalan militer AS yang telah menghancurkan desa dan seluruh komunitas; dalam kekerasan yang dilakukan oleh tentara AS pada tubuh perempuan Asia; dan pengenaan sanksi yang merugikan ekonomi, sosial, dan fisik bagi manusia setiap hari.

Hal-hal ini tidak dapat terjadi tanpa dehumanisasi, dan dinamika ini memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi orang Asia-Amerika, terutama perempuan.

Dari 3.800 insiden kebencian yang dilaporkan terhadap orang Asia-Amerika tahun lalu, 70 persen ditujukan pada perempuan.

Beban Ganda Perempuan Asia 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.