Pengerebekan TKI Ilegal di Tiban Batam Hoax, Berikut Faktanya

Editor : Sudianto Pane

Amelia (19), calon pekerja melaporkan penyalur kerja yang berada di Tiban Point, Sekupang, Selasa (6/4/2021) siang
Amelia (19), calon pekerja melaporkan penyalur kerja yang berada di Tiban Point, Sekupang, Selasa (6/4/2021) siang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Amelia (19), calon pekerja melaporkan penyalur kerja yang berada di Tiban Point, Sekupang, Selasa (6/4/2021) siang.

Pasalnya, pelapor tidak terima ditempatkan terpisah dengan kakak sepupunya, sehingga ia melaporkan hal tersebut kepada keluarganya yang merupakan aparat negara.

“Saya dari Jakarta, dan pada saat itu saya dijanjikan bekerja berdua dengan kakak saya. Tapi, sampai disini kami ditempatkan bekerja terpisah,” kata Amelia, saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang, Selasa (6/4/2021).

.Baca : Pria Asal Jepang Gantung Diri di Kostel Perumahan Greenland Batam, Diduga Masalah Asmara

.Baca : Polres Karimun Gerebek Penampungan TKI Ilegal, Tekong Kapal Ditetapkan Tersangka

Lanjut Amelia, penyalur tidak ada menyekap serta tidak ada penyiksaan, tapi saat itu ia ingin pulang kampung.

“Saya ingin pulang ke Jakarta, tapi pihak penyalur kerja minta uang ganti rugi sebanyak Rp4 juta,” ujarnya.

Saat ke Kota Batam, seluruh biaya dibiayai oleh penyalur kerja untuk bekerja di Batam dan tidak sepeserpun diminta uang.

“Ya benar, saya tidak ada uang keluar dari Jakarta-Batam, penyalur kerja yang membiayai semua,” ungkap Amelia.(*)

Penulis: Romi Kurniawan

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.