Didakwa Pasal Berlapis Korupsi BPHTB Rp 3 Miliar Lebih, Terdakwa Yudi Ramdani Ajukan Keberatan

Penulis: Muhammad Bunga Ashab/ Editor: Yeni

Sidang terdakwa Yudi Ramdani di PN Tipikor Tanjungpinang (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Sidang terdakwa Yudi Ramdani di PN Tipikor Tanjungpinang (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mendakwa Yudi Ramdani dalam surat dakwaan primair dan subsidiair pada sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Tanjungpinang, Rabu (7/4/2021).

Yudi Ramdani didakwa pasal berlapis dalam perkara Tipikor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada Kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang tahun 2018-2019 dengan kerugian negara sebesar Rp 3,030 miliar lebih.

Dalam sidang itu JPU Aditya Rakatama dan Sari Ramadhani Lubis menyampaikan perbuatan terdakwa secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara atau daerah yang dipandang sebagai suatu berlanjut.

BACA JUGA: 

Rakatama menjelaskan, bahwa terdakwa tidak memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk melakukan penginputan BPHTB dan menerima pembayaran BPHTB dari wajib pajak yang dititipkan pembayarannya melalui notaris Yudi. Rakatama menuturkan, yang berhak mengelola BPHTB itu adalah BP2RD, sementara terdakwa tidak ada kaitannya dengan BP2RD karena jabatannya adalah Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanjungpinang.

“Hanya beberapa notaris saja yang dipakai bekerja sama dengan Yudi, istilahnya ada kerja sama pada saat menyerahkan berkas, ibaratnya ada nama saksi Yudo nanti itu menyerahkan ke Yudi,” kata Rakatama.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.