Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Rutan Batam Membuat Aduan Kepolisian

Editor : Sudianto Pane

Keluarga Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan di Rutan Kelas II A Batam yang diduga tewas dianiaya, Sabtu (10/4/2021) kemarin resmi membuat laporan Kepolisian.
Keluarga Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan di Rutan Kelas II A Batam yang diduga tewas dianiaya, Sabtu (10/4/2021) kemarin resmi membuat laporan Kepolisian.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Keluarga Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan di Rutan Kelas II A Batam yang diduga tewas dianiaya, Sabtu (10/4/2021) kemarin resmi membuat laporan Kepolisian.

Dengan didampingi oleh kuasa hukum korban, pihak keluarga diketahui membuat aduan resmi ke Polsek Sagulung, pada Sabtu (10/3/2021) malam.

Hal ini kemudian dibenarkan oleh Kapolsek Sagulung, AKP Supriadi Yusuf yang mengatakan, bahwa saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi.

“Laporan sudah diterima, dan saat ini juga masih menunggu hasil autopsi,” paparnya, Selasa (13/4/2021).

.Baca : Diduga Dianiaya, Warga Rutan di Batam Meninggal Sebelum Dibebaskan

.Baca : Sebut Tidak Ada Penganiayaan, Ini Penjelasan Pihak Rutan Batam

AKP Supriadi juga menuturkan bahwa saat ini pihaknya akan bersikap profesional dalam melakukan penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan yang dialami oleh warga binaan Rutan Kelas II A Batam tersebut.

“Kami dari pihak kepolisian polsek Sagulung yang menangani kasus ini, akan lidik dan sidik profesional sampai tuntas hingga hasil otopsinya, semua akan terjawab biar semua prosesnya berjalan lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan Rutan Kelas II A Batam, Kepulauan Riau meninggal saat tengah menunggu waktu pembebasan bersyarat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Sabtu (10/4/2021) kemarin.

Siprianus merupakan narapidana dalam kasus tindak pidana pengeroyokkan. Ia dihukum selama 1 tahun 6 bulan dan sedang mengajukan pembebasan bersyarat.

Walau demikian, sejumlah kejanggalan kemudian diungkapkan oleh kuasa hukum korban, Natalis Zega paska visum yang dilakukan oleh tim medis rumah sakit.

.Baca : Lakukan Pungli Terhadap Dealer Mobil, Ini Pasal Berlapis Korupsi Kadishub Batam

“Banyak keanehan yang ditemukan di tubuh korban ini. Yang paling terlihat adalah tangan sebelah kiri dan bahu yang patah. Kemudian bagian dada hingga rusuk yang membengkak. Begitu juga di bagian jantung, sesuai keterangan tim dokter ke kami kuasa hukumnya,” ungkapnya, Minggu (11/4/2021).(*)

Penulis : Fernando

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.