Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Korupsi Selama 20 Bulan Penjara

Editor : Sudianto Pane

Sidang pembacaan tuntutan terdakwa Dodi Sanova di PN Tipikor Tanjungpinang (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa Dodi Sanova di PN Tipikor Tanjungpinang (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Jaksa penuntut umum Dodi Gazali Emil dan Triyanto menuntut terdakwa Damsiri Agus, Dodi Sanova dan Arief Zalani masing-masing selama 20 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang, Rabu (14/4/2021).

Ketiga terdakwa dituntut dalam perkara korupsi Pengadaan Alat Praktek Rekayasa Otomotif pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri tahun 2018 yang merugikan keuangan negara Rp777 juta.

Sebelum sampai pada tuntutannya, diketahui hal-hal memberatkan perbuatan para terdakwa karena menghambat program pemerintah dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi, merugikan keuangan negara Cq Pemerintah Provinsi Kepri, terdakwa juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal-hal meringankan perbuatan terdakwa tidak pernah dihukum dan tulang punggung keluarga.

.Baca : Kejari Tanjungpinang Bentuk Tim Pengembalian Aset dari Pemkab Bintan ke Pemko

.Baca : Kejari Tanjungpinang Usut Dugaan Penyalahgunaan Keuangan di PT TMB milik BUMD

Dodi menyampaikan bahwa para terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan subsidiair. Terdakwa melanggar Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonsia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi l, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan penjara dikurangi pidana penjara yang telah dijalani dan terdakwa tetap ditahan.”

“Serta pidana denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara,” kata Dodi saat membacakan tuntutannya para terdakwa dalam sidang terpisah.

Selain itu Dodi juga menghukum para terdakwa untuk untuk membayar uang pengganti kerugian negara Rp777 juta sebagaimana telah disetorkan ke kas daerah Provinsi Kepri yaitu Bank Riau Kepri.

Setelah mendengar tuntutan jaksa penuntut umum, majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua M Djauhar Setyadi didampangi Hakim Anggota Yon Efri dan Jhonni Gultom memberikan kesempatan kepada masing-masing terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyiapkan pembelaan atau pledoi pada sidang Rabu (21/4/2021) pekan depan. (*)

Penulis : Muhammad Bunga Ashab

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.