Kuasa Hukum Siprianus Sebut Oknum Rutan Batam Minta Keluarga Cabut Laporan Polisi

Editor : Sudianto Pane

Kuasa hukum Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam yang meninggal,
Kuasa hukum Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam yang meninggal,
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kuasa hukum Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam yang meninggal, Sabtu (10/4/2021) lalu disaat menunggu pembebasan bersyarat meminta agar pihak Rutan tidak mengintervensi pihak keluarga.

Hal ini diutarakan nya, dikarenakan adanya oknum yang mengaku pengawai Rutan, menghubungi pihak keluarga dan meminta agar mencabut perkara yang telah resmi dilaporkan ke Polsek Sagulung.

“Ada oknum yang menghubungi langsung pihak keluarga pada Minggu (11/4/2021) dinihari. Mereka meminta agar perkara tidak dilanjutkan, dan diselesaikan secara kekeluargaan,” papar Kuasa Hukum korban, Natalis Zega saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/4/2021) siang.

.Baca : Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Rutan Batam Membuat Aduan Kepolisian

.Baca : Sebut Tidak Ada Penganiayaan, Ini Penjelasan Pihak Rutan Batam

Natalis menyebutkan, adapun kronologis oknum pegawai Rutan tersebut menghubungi keluarga, disaat pihaknya baru saja mengantarkan jenasah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, guna melakukan autopsi.

Hanya mengaku sebagai pegawai Rutan tanpa menyebutkan identitas jelas, oknum tersebut juga meminta agar salah satu rekan satu sel dari korban memberikan pernyataan bahwa korban memang menderita sakit, saat berada di dalam tahanan.

“Setelah mendesak pihak keluarga untuk penyelesaian secara kekeluargaan. Tiba-tiba di saat bersamaan, ada satu orang lagi yang mengaku teman dari korban di dalam sel. Yang juga meminta hal yang sama ke pihak keluarga korban,” lanjutnya.

.Baca : Diduga Dianiaya, Warga Rutan di Batam Meninggal Sebelum Dibebaskan

Setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, saat ini pihak nya mengaku sudah tidak dapat menghubungi kembali oknum pegawai Rutan tersebut.

“Nomor sudah tidak aktif lagi mas. Dan saat ini kami dari kuasa hukum juga minta keluarga, agar tidak menanggapi apabila ada yang menghubungi untuk mengajak rujuk. Apabila ada, kami bilang agar dilanjutkan ke kami saja,” tegasnya.(*)

Penulis : Fernando

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.