Bisnis Online Shop Fashion Batam Sekarat “Dibunuh” Oleh Pajak

Suasana pusat pertokoan di Nagoya Batam, masih sepi seiring berlakunya PMK 199,.(suryakepri.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Bisnis online shop di Kota Batam yang sempat tumbuh subur dan dilakoni ribuan reseller warga Batam, kini benar-benar sekarat karena pajak barang terutama produk fashion dinilai sangat tinggi sehingga sepi konsumen .

Lesunya bisnis online shop fashion mengakibatkan sejumlah toko produk fashion di kawasan Kompleks Pertokoan Bumi Indah dan sekitarnya di kawasan Jodoh banyak yang bertumbangan dan menutup usahanya.

Sejumlah pemilik toko mengaku lesunya bisnis online shop Batam bukan dikarenakan oleh wabah Covid-19 tetapi oleh pajak. “Bulan depan kami tutup, pembeli sepi. Konsumen hilang sejak pajak naik terlalu tinggi,” ujar pemilik toko yang minta namanya jangan disebutkan.

Hal senada diungkapkan pengusaha pengiriman barang yang mengaku omsetnya anjlok 80 persen sejak ada kebijakan kenaikan pajak terutama pajak untuk produk tekstil sepatu dan tas.

“Pajak pengiriman tekstil seperti baju, sepatu dan tas besarnya 60-70 persen di luar ongkos kirim. Ini membuat pengiriman barang online shop dari Batam langsung anjlok dan tidak naik-naik lagi,” ujar A, pengusaha pengiriman barang.

Dikatakan, harga itu pun dihitung mulai dari Rp 100 ribu untuk produk baju, tas dan sepatu. Kalau barang lain kena pajak 17 persen. Padahal produk fashion inilah yang selama ini paling banyak dari Batam dan bisa membantu perekonomian semua lapisan warga,” ujarnya.

Pantauan Suryakepri.com di kawasan pertokoan di Jodoh Nagoya Batam, Sabtu (01/05/2021) suasana terlihat lengang. Nyaris tidak terlihat pelaku online shop yang mengorder atau mengambil produk. Sejumah toko produk fashion import bahkan sudah tutup.

Josephina, pelaku usaha online shop mengaku sejak PMK menerapkan pajak barang, bisnisnya langsung ambruk. “Pesanan langsung hilang karena prosuk harus kena pajak ditambah ongkos. Kalau dihitung kadang untuk pajak dan ongkirnya saja lebih mahal dari harga barang. Bisnis kami memang dibunuh oleh pajak ini,” ujarnya.

BACA:PMK 199 Resmi Berlaku, Toko-toko Online Shop di Nagoya Batam Lebih Banyak Nganggur

BACA:Pelaku Online Shop di Batam Menjerit, Barang Senilai 3 Dollar Sing di FTZ Kena Pajak

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.