Keuangan Perusahaan Sudah Setahun Berdarah-darah, PHRI Protes Sanksi Tak Mampu Bayar THR

ilustrasi hotel. Foto: Thinkstock
ilustrasi hotel. Foto: Thinkstock
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA,SURYAKEPRI.COM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) protes atas kebijakan ada sanksi administratif dan denda yang menanti bila THR tak diberikan ke karyawan sesuai aturan, yakni H-7 Lebaran.

Meski ada Keringanan diberikan sampai H-1 dengan menyertakan bukti bahwa perusahaan tidak mampu, pengusaha hotel tetap kesulitan membayar tunjangan hari raya (THR) karena uang untuk membayar THR tidak ada.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) protes karena kondisi yang dialami pengusaha tidak bisa dipukul rata. Sementara pemerintah tak memberikan toleransi.

“Ya kalau orang nggak bisa bayar mau dipaksa gimana? Dia mau dapatin duit dari mana buat dia bayar (THR)? Kan itu pertanyaannya lagi kan. Makanya saya selalu sampaikan peraturan itu ya mbok melihat situasi gitu lho, jangan dipukul rata kayak gitu,” kata Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran saat dihubungi detikcom, Kamis (6/5/2021).

Dia menjelaskan pengusaha hotel tak mengada-ada bahwa kesulitan membayar THR. Kondisi keuangan perusahaan di sektor tersebut memang sedang berdarah-darah.

Dijelaskan Maulana, setiap bulan saja belum tentu pengusaha bisa membayar gaji karyawan. Bahkan tak sedikit karyawan yang unpaid leave, yakni cuti di luar tanggungan perusahaan. Adapula hotel yang mengurangi karyawan dengan tidak memperpanjang kontrak.

Hal itu tidak bisa dihindari karena okupansi kamar hotel terlalu rendah, dan hilangnya momentum untuk meningkatkan okupansi di saat Hari Raya Idul Fitri karena mudik dilarang pemerintah.

BACA:Dispar Kepri Minta Disbudpar Batam Koordinasi Terkait Hotel Tutup di Masa Pandemi

BACA:Hotel Goodway Batam Disita Kejaksaan Agung Terkait Kasus Asabri

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.