Walikota Medan Bobby Nasution Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution di Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (07/05/2021).(DOK. Humas Pemkot Medan)
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution di Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (07/05/2021).(DOK. Humas Pemkot Medan)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, pihaknya kecewa kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara karena menerima informasi yang tidak benar.

Selain itu, beredar kabar pula bahwa Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah menjalin komunikasi dengan Bobby terkait tempat karantina WNI di Medan. “Belum ada. Enggak ada komunikasi tadi malam. Tidak ada komunikasi tadi malam,” kata Bobby dalam siaran pers , Sabtu (8/05/2021).

Untuk diketahui, Pemprov Sumut melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Irman Oemar sebelumnya mengatakan, hubungan Edy dan Bobby yang dikabarkan memanas telah melakukan komunikasi via telepon membahas penanganan Covid-19.

“Bahkan tadi malam, Kamis (6/4/2021), keduanya telah bertelepon, bicara, dan diskusi panjang-lebar tentang upaya penanganan Covid-19 khususnya di Kota Medan,” ucap Irman, Jumat (7/5/2021).

Bobby mengatakan, Dia menyampaikan kekecewaan lantaran belum adanya koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dan Pemprov Sumut terkait tempat karantina warga negara Indonesia (WNI).

“Saya kan mendapatkan informasi, saya tanyakan ke provinsi waktu itu, per 1 Mei, itu tempat karantina yang ada di hotel-hotel di Medan itu sudah tidak digunakan lagi,” katanya.

Namun, ketika pihaknya menanyakan ke kecamatan, ternyata tempat karantina tersebut masih ada dan bahkan masih ada yang berdatangan.

Bobby pun menyesalkan sikap Pemprov Sumut yang tidak melakukan koordinasi dengan baik mengenai lokasi karantina, terlebih penggunaan beberapa hotel di Medan.

Padahal, katanya, Pemkot Medan ingin membantu menurunkan personelnya agar dapat menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara maksimal.

“Saya dapat laporan terus bahwa terjadi pergerakan dari keluarga WNI yang dikarantina. Tidak bisa dicegah karena petugas cuma berapa. Makanya, kami ingin bantu menambah personel,” terangnya.

BACA:Heboh Hubungan Memanas, Gubsu Edy Ramayadi-Bobby Nasution Justru Diskusi di Telepon

BACA:Geram dengan Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Edy: Jangan Bikin Aku Marah!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.