Ada Pukulan Benda Tumpul di Tubuh Warga Binaan yang Tewas di Rutan Batam

Editor : Sudianto Pane

Siprianus Apiatus (27), warga binaan Rutan Kelas II A Batam, Kepulauan Riau meninggal paska menunggu waktu pembebasan bersyarat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Sabtu (10/4/2021) kemarin.
Siprianus Apiatus (27), warga binaan Rutan Kelas II A Batam, Kepulauan Riau meninggal paska menunggu waktu pembebasan bersyarat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Sabtu (10/4/2021) kemarin.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Misteri kematian Siprianus Apiatus bin Philipus (27), warga binaan Rutan Kelas II A Batam mulai terkuak setelah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Kuasa hukum korban, Tony Siahaan menyebutkan bahwa ada bekas pukulan benda tumpul yang ditemukan pada bagian perut korban.

Pihaknya kemudian mengutarakan dugaan hal ini, menjadi penyebab utama kematian korban yang juga diketahui tengah menunggu jadwal pembebasan nya.

“Dari hasilnya ditemukan ada bekas pukulan benda tumpul dan apa yang dibilang oleh pihak rutan karena sakit itu tidak benar,” ujarnya, Selasa (11/5/2021).

.Baca : Kuasa Hukum Siprianus Sebut Oknum Rutan Batam Minta Keluarga Cabut Laporan Polisi

.Baca : Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Rutan Batam Membuat Aduan Kepolisian

Tony Siahaan menjelaskan, pengungkapan pemukulan kasus tersebut setelah Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf membeberkan hasil otopsi Siprianus Apriatus.

“Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf membeberkan kematian Siprianus Apriatus bahwa ada pukulan benda tumpul pada bagian perut korban,” tegasnya.

Tony Siahaan menuturkan, akibat benda tumpul tersebut mengakibatkan pendarahan pada organ didalam perut korban sehingga memicu respon radang sistem yang mengakibatkan kegagalan multi organ

“Pendarahan itu terjadi pada organ didalam perut korban sehingga memicu respon radang sistem yang mengakibatkan kegagalan multi organ,” lanjutnya

Sementara itu Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf membenarkan hal tersebut.

Bahkan untuk saat ini pihaknya juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap tiga rekan korban, yang merupakan warga binaan di Rutan Kelas II A Batam.

Yusriadi juga menyebutkan sudah ada pengakuan dari para terduga yang melakukan penganiayaan terhadap korban.

.Baca : Sebut Tidak Ada Penganiayaan, Ini Penjelasan Pihak Rutan Batam

“Ketiga nya yakni Muhammad Yandi, Rinaldo Putra dan Adi Saputra yang merupakan narapidana dengan kasus pencurian,” ujarnya

Yusriadi Yusuf menjelaskan, anggota satreskrim melakukan penyidikan dan Sabtu (8/5/2021) lalu, dan kini telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka

“Ketiganya dijerat pasal dikenakan pasal 170 ayat 2 angka ke 3 e KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan pasal 351 KUHP ayat 3 tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” paparnya.(*)

Penulis : Fernando

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.