Dulu Slamet Jual Es Keliling Jember, Kini Bagikan Zakat Mal Rp2,28 Miliar

H Slamet Sulistiyono saat membagikan zakat mal kepada mustahik (anak yatim) di aula PT BCA, Jumat (7/5). (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
H Slamet Sulistiyono saat membagikan zakat mal kepada mustahik (anak yatim) di aula PT BCA, Jumat (7/5). (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JEMBER, SURYAKEPRI.COM – Seorang mantan penjual es keliling di Jember, Jawa Timur, kini bagikan zakat mal Rp2,28 miliar.

Namanya H Slamet Sulistiyono. Kini dia adalah seorang pengusaha nasional dan juga sebagai Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur.

H Slamet Sulistiyono saat ini adalah Presiden Direktur PT Benih Citra Asia (BCA), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi benih tanaman pangan dan hortikultura.

Produksi benihnya meliputi jagung, padi dan 200 lebih varian benih tanaman pangan dan hortikultura.

Tapi, tak banyak orang tahu ihwal kehidupannya sebelum menjadi seorang pengusaha sukses.

Dikutip dari nu.or.id, Selasa (11/5/2021), H Slamet tak serta merta kaya. Dia telah melewati perjalanan panjang.

BACA JUGA:

H Slamet berasal dari keluarga sederhana, bahkan boleh dibilang tidak mampu. Ayahnya hanya seorang buruh perkebunan di Banyuwangi, Jawa Timur.

H. Slamet sendiri, di awal-awal kehidupannya bersama sang istri, luntang-lantung tanpa pekerjaan tetap.

Bahkan ia pernah menjadi penjual es keliling dengan menggunakan motor butut. “Saya keliling jual es mulai dari Jember kota hingga Mayang (Jember timur),” ucapnya saat membagikan zakat mal untuk 850 mustahik di aula Kantor PT BCA, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember Jawa Timur, Jumat (7/5/2021) lalu.

Namun H Slamet tak berkecil hati. Ia yakin bisa mengubah nasibnya asalkan tekun dalam bekerja dan tak pernah putus asa.

Dia juga yakin bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubahnya sendiri.

Setelah sekian lama nasibnya tak menentu, ia kemudian mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan pembenihan. Dari situlah tirai kegelapan hidupnya mulai terkuak.

Ia berhenti dari perusahaan itu, dan mendirikan perusahaan pembenihan sendiri, diawali dari usaha kecil-kecilan.

“Ini kalau diceritakan semua, sangat panjang. Tapi yang pasti, usaha apapun jika ditekuni sungguh-sungguh, insyaallah berhasil,” ungkapnya.

Dalam pembagian zakat tersebut, H Slamet memperkenalkan orangtua dan mertuanya kepada hadirin.

H Slamet mengakui bahwa tanpa dukungan dan doa orang tuanya, dirinya tak mungkin meraih sukses hingga mampu mendirikan perusahaan sendiri.

“Tanpa doa dan restu orang tua, tidak mungkin saya seperti ini. Saya dulu melarat, ayah saya hanya buruh perkebunan. Kita tahu hidupnya buruh seperti apa. Tapi kemudian saya bangkit,” tutur dia.

Saat ini, selain memiliki kantor cabang di sejumlah daerah, H Slamet juga berencana membuka kantor cabang perusahaannya di luar negeri, yaitu Thailand, Philipina, dan India.

Pengumuman rekrutmen pimpinan dan tenaga kerjanya sudah dipublikasikan di berbagai media.

Tahun ini, PT BCA menggelontorkan zakat perusahaan sebesar Rp2,288 miliar.

Zakat tersebut didistribusikan dalam bentuk sembako dan uang kepada ribuan mustahik di Jember dan sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan Kalimantan, alias di wilayah-wilayah yang terdapat kantor cabang PT BCA.

“Tapi yang terbanyak tetap di Jember, karena Jember adalah kantor pusatnya (BCA),” jelasnya.

PT BCA telah mengeluarkan zakat mal secara rutin tiap tahun sejak 2006.

Selain dibagikan di bulan Ramadhan, zakat mal perusahaan itu juga dibagikan setiap bulan kepada mustahik, tapi kapasitasnya hanya 300-an orang.

Ia mengaku bersyukur bisa mengeluarkan zakat perusahaan secara rutin.

“Zakat itu ‘kan memang punya orang lain (mustahik), bukan milik kita, sehingga wajib dikeluarkan. Dan alhamdulillah, balasan Allah nyata. Meski saat ini musim Corona, dan banyak perusahaan merumahkan karyawannya, tapi kami tidak, justru BCA terus berkembang,” urainya.

H Slamet Sulistiyono juga menggulirkan pentingnya zakat produktif. Sebab zakat produktif lebih lama manfaatnya dibanding zakat konsumtif.

“Saya kira zakat produktif juga pilihan yang bagus untuk pemberdayaan mustahik,” ucapnya.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: nu.or.id (Aryudi A Razaq/Muhammad Faizin)

Mantan Penjual Es Keliling, Jember, Jawa Timur, Zakat Mal Rp2,28 Miliar, H Slamet Sulistiyono Wakil Ketua PCNU Jember, Nahdlatul Ulama, Presiden Direktur PT Benih Citra Asia (BCA), Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.