Ini Makna Ketupat dan Opor Ayam di Hari Lebaran

Makna opor ayam adalah sebagai bentuk permintaan maaf di Hari Raya Idul Fitri. Ketupat dan opor merupakan perpaduan yang serasi di hari Lebaran. (Foto: Istockphoto/Amallia Eka)
Makna opor ayam adalah sebagai bentuk permintaan maaf di Hari Raya Idul Fitri. Ketupat dan opor merupakan perpaduan yang serasi di hari Lebaran. (Foto: Istockphoto/Amallia Eka)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Bukan tanpa alasan ketupat dan opor jadi makanan khas saat Lebaran. Ada makna yang terkandung dalam setiap bungkus ketupat serta sajian opor ayam tersebut.

Makna ketupat dan opor ayam ini memperkaya nilai-nilai saat Hari Raya Idul Fitri.

Ketupat dan opor ayam sudah menjadi tradisi di Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Pada sejarahnya, ketupat dan opor ayam menjadi sajian dari rakyat untuk para raja. Namun, kini ketupat dan opor ayam bisa dinikmati siapa saja saat Lebaran.

Ketupat yang berbentuk belah ketupat menggambarkan keseimbangan alam. Di masyarakat Jawa, ketupat merupakan perwujudan kiblat papat limo pancer.

.Baca : Sambut Lebaran, PT Timah Santuni 120 Anak Yatim-Piatu Pulau Kundur

Artinya, ketupat memiliki empat arah mata angin utama yakni barat, timur, utara, dan selatan, tapi hanya ada satu pusat yakni kiblat.

Sedangkan warnanya yang putih menyimbolkan kebersihan dan kesucian hati.Dalam agama Islam, kiblat adalah arah untuk beribadah kepada Allah SWT. Filosofi ini sekaligus menggambarkan ke mana pun manusia pergi hanya ada satu tempat kembali yakni pada Allah.

Saat menyajikan ketupat di hari Lebaran, kulit ketupat itu dibuang sedangkan beras yang putih bersih di makan bersama opor ayam. Sajian ini melambangkan permintaan maaf sekaligus memulai kembali lembar baru di hari nan fitri.

Ketupat juga juga sengaja dibuat menjadi anyaman sebagai gambaran jalan hidup manusia yang rumit dan berliku. Kulit ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda ibarat kesalahan manusia.

“Ketupat menjadi simbol makanan ketika semua orang mengaku bersalah dan saling memaafkan,” kata sosiolog Sigit Rochadi dalam sebuah wawancara dengan Wartawan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.