Tentara Israel Bombardir Seluruh Gaza, Tetapi Serangan Hamas Disebut Cukup Berhasil

DPR AS mendesak Presiden Joe Biden segera menengahi untuk menghentikan bentrokan senjata antara Israel melawan Hamas dan Jihad Islam di Jalur Gaza.

Ledakan menerangi langit malam di atas gedung-gedung di Kota Gaza saat pasukan Israel melakukan serangan di daerah kantong Palestina, pada awal 18 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP via Times of Israel)
Ledakan menerangi langit malam di atas gedung-gedung di Kota Gaza saat pasukan Israel melakukan serangan di daerah kantong Palestina, pada awal 18 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP via Times of Israel)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

GAZA CITY, SURYAKEPRI.COM – Israel Defence Force (IDF) atau tentara Israel semalam membombardir seluruh target mereka di Jalur Gaza. Rekaman serangan itu diposting di Twitter (lihat di bawah) oleh Pusat Informasi Palestina yang berafiliasi dengan Hamas.

Meski para analis menyebut Hamas mendapat pukulan berat lantaran dinilai salah menghitung tanggapan Israel terhadap serangan roketnya, namun kelompok yang dicap teroris oleh Israel itu dinilai cukup berhasil.

Jerusalem Post melaporkan pada Kamis (20/5/2021) bahwa Hamas dan Jihad Islam Palestina sejauh ini telah melontarkan hampir 4.000 roket dari Gaza ke wilayah Israel dalam waktu kurang dari dua minggu. Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel berhasil mencegat sebagian besar rudal tersebut di udara dan lainnya justru jatuh di wilayah Palestina sendiri.

Serangan Hamas dan jihad Islam menewaskan 12 warga Israel (termasuk tiga WNA) dan ratusan lainnya terluka.

Kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas menyebut di pihak Palestina sekitar 219 orang tewas dalam gejolak yang sedang berlangsung dan sudah meletus sejak Senin (10/5/2021).

BACA JUGA:

Dari jumlah tersebut, Israel mengatakan bahwa setidaknya 150 korban tewas adalah kombatan.

Menurut Dr. Harel Chorev, seorang ahli urusan Palestina dan kepala Analisis Jaringan di Moshe Dayan Center Universitas Tel Aviv, Hamas telah menderita kerugian yang signifikan selama putaran pertempuran kali ini.

“Hamas kalah dalam setiap perhitungan strategis: Banyak terowongan mereka di Jalur itu hancur dan pasukan maritim mereka juga lumpuh,” kata Chorev kepada The Media Line.

“Karena kerusakannya sangat tinggi, ini akan menjadi pelajaran yang akan diperhitungkan oleh Hamas. Tidak seperti tahun 2014 [ketika] Operation Protective Edge, mereka belum siap.”

Israel menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah di kantong Palestina yang digunakan untuk menyembunyikan roket dan peluncur.

Juru bicara IDF Brig. Jenderal Hadai Zilberman pada hari Rabu mengatakan bahwa pesawat Angkatan Udara Israel telah menargetkan terowongan sepanjang 15 km (sekitar 9 mil), menjatuhkan 122 bom di Jalur Gaza selatan pada malam hari Selasa.

Ketika Hamas awalnya mulai meluncurkan roket ke Israel pekan lalu, mereka secara keliru yakin bahwa pertempuran itu hanya akan berlangsung satu atau dua hari, kata Chorev.

“Akan sangat sulit bagi mereka untuk memulihkan infrastruktur bawah tanah mereka,” ujarnya.

“Mereka berpikir akan merepotkan bagi [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu untuk menyerang sekarang, yang justru sebaliknya. Itu cukup baik baginya, secara politis.”

Netanyahu memang sedang mengambil hati publik demi memperkuat posisinya untuk kembali menjabat PM Israel setelah hasil pemilu 2020 yang mengecewakan bagi Partai Liqud dan koalisinya.

Strategi berkelanjutan Hamas, tambahnya, bergantung pada kombinasi taktik gerilya dan persenjataan militer yang lebih tradisional seperti roket dan mortir.

Keberhasilan Hamas dan Jihad Islam 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.