Pandemi Covid-19:
MCO 3.0, Sekitar 8 Juta Warga Malaysia Bekerja dari Rumah

Lebih banyak orang di Malaysia untuk bekerja dari rumah, jam kerja lebih pendek di tengah pembatasan COVID-19 baru selama MCO 3.0

Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob. (File foto: Bernama)
Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob. (File foto: Bernama)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KUALA LUMPUR, SURYAKEPRI.COM –  Pembatasan tambahan untuk Perintah Kontrol Gerakan/Movement Control Order (MCO) Malaysia yang sedang berlangsung akan mencakup mandat agar lebih banyak karyawan bekerja dari rumah dan membatasi jam operasional untuk bisnis, kata Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob, Sabtu (22/5/2021).

Dalam konferensi pers bersama dengan direktur jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Ismail Sabri menguraikan bahwa 80 persen dari semua pekerja di sektor publik, serta 40 persen pekerja di sektor swasta, akan diminta untuk bekerja dari rumah/work from home (WFH).

Ini berarti berkurangnya sekitar 8 juta orang Malaysia yang pulang pergi bekerja setiap hari, jelasnya.

Ketika mengumumkan penguncian nasional yang dikenal sebagai MCO 3.0 pada 10 Mei 2021, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa pengusaha dipaksa untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, dengan tidak lebih dari 30 persen staf manajemen datang ke kantor pada satu waktu.

BACA JUGA: 

Menteri Senior Ismail Sabri menambahkan bahwa transportasi umum juga akan beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Selain itu, bisnis harus mematuhi jam operasional antara pukul 8 pagi hingga 8 malam, katanya.

Pengecer di mal, restoran yang menawarkan makanan bawa pulang (takeaways), toko yang menawarkan layanan binatu, serta pompa bensin yang tidak terletak di jalan raya juga harus mematuhi aturan ini.

“Strategi kami adalah mengurangi pergerakan (orang) dengan mengurangi jumlah petugas yang bekerja … dan membatasi jam operasional sektor ekonomi,” kata Ismail Sabri.

Dia menambahkan bahwa pembatasan ini akan diterapkan mulai 25 Mei 2021, dan akan diberlakukan di seluruh Malaysia.

Pada hari Jumat, Kantor Perdana Menteri (PMO) mengatakan bahwa pemerintah federal akan memperketat MCO 3.0 saat ini dengan pembatasan yang lebih ketat pada sektor ekonomi dan sosialnya untuk mengekang meningkatnya kasus COVID-19.

Pernyataan dikeluarkan setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional, di mana kementerian kesehatan memberikan presentasi tentang situasi COVID-19 di negara tersebut, termasuk tingkat infeksi dan kapasitas kesehatan masing-masing negara bagian.

Awal bulan ini, Muhyiddin mengumumkan bahwa Malaysia akan ditempatkan di bawah MCO nasional lain dari 12 Mei hingga 7 Juni.

Pembatasan pergerakan nasional ketiga kalinya, MCO 3.0, perjalanan antarnegara bagian dan lintas distrik ditangguhkan, dan kunjungan rumah serta kunjungan kuburan untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri dilarang.

Semua institusi pendidikan ditutup dan makan di restoran juga dilarang. Hanya tiga orang yang diizinkan bepergian di setiap mobil, termasuk pengemudi.

Terlepas dari tindakan tersebut, kasus COVID-19 di seluruh negeri terus melonjak selama dua minggu terakhir. Malaysia telah melaporkan lebih dari 6.000 kasus COVID-19 baru untuk masing-masing tiga hari terakhir karena tertekannya unit perawatan intensif (ICU) di negara itu.

Selama konferensi pers hari Sabtu, Ismail Sabri mengatakan bahwa langkah-langkah yang berlaku mulai 12 Mei 2021 difokuskan pada sektor sosial sementara langkah-langkah terbaru ditargetkan pada sektor ekonomi.

Menteri juga ditanya mengapa pemerintah tidak menerapkan “total lockdown” seperti pada Maret 2020 itu, ketika semua kegiatan termasuk sektor ekonomi dihentikan untuk mengekang penyebaran virus.

Dia menjawab: “Pemerintah telah membenarkan bahwa itu untuk mencapai keseimbangan antara pentingnya kesehatan dan pentingnya kelangsungan hidup (ekonomi) rakyat.”

“Ketika kami melakukan MCO 1.0, selama penguncian total, pemerintah mengalami kerugian sebesar RM2,4 miliar (US $ 579 juta).”

Dia mengatakan bahwa pemilik usaha kecil dan karyawan akan “berjuang untuk bertahan hidup” jika kembali menerapkan “penguncian total”.

Warga Diminta Kenakan Masker Ganda di Area Risiko Tinggi  

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.