Thursday, July 25, 2024
HomeBatamSubdit IV Polda Kepri Gagalkan Keberangkatan TKI Asal Lombok ke Malaysia

Subdit IV Polda Kepri Gagalkan Keberangkatan TKI Asal Lombok ke Malaysia

Editor : Sudianto Pane

spot_img

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri), menggagalkan proses pemberangkatan 30 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal, pada Minggu (6/6/2021).

Pengungkapan ini, berhasil dilakukan setelah pihak Kepolisian mendapati informasi mengenai rumah penampungan yang berada di Kampung Simpangan Kilometer 16, Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau.

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto menuturkan dari operasi tersebut pihaknya mengamankan total 29 TKI Laki-Laki dan satu TKI Perempuan.

.Baca : Batam Bentuk Tim Khusus Penanganan TKI ke Indonesia

.Baca : Pemko Batam Siapkan 50 Ribu Vaksin Untuk Masyarakat

Keseluruhan TKI yang merupakan warga Lombok ini diketahui tinggal menunggu waktu pemberangkatan, melalui beberapa pelabuhan tikus atau ilegal.

“Saat kita grebek, kita dapati 30 saudara kita dari Lombok yang siap berangkat ke Malaysia. Namun tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Dari pengakuan nya, mereka akan bekerja sebagai TKI di Malaysia pada masa pandemi ini,” jelasnya, Senin (7/6/2021).

Petugas Subdit IV juga berhasil mengamankan dua orang tersangka bernama Samsul, dan Hafiz yang berperan sebagai pengurus lokasi penampungan TKI Ilegal.

Kedua tersangka ini, juga melakukan pengurusan pemberangkatan para TKI, dengan iming-iming gaji besar di Malaysia.

“Kedua tersangka dan seluruh korban saat ini juga telah diamankan. Tersangka lagi kita mintai keterangan, untuk mengungkap jaringan mereka,” tegasnya.

Dalam pengungkapan tersebut, pihak Kepolisian turut mengamankan berbagai barang bukti berupa uang sejumlah Rp 7.800.000.

.Baca : Bawa Heroin Seberat 54,42 Gram di Kota Batam, Pelaku Diringkus Ditresnarkoba Polda Kepri

Satu unit HP Samsung a50s warna hitam, HP Nokia RM 1134 warna hitam, Buku catatan PMI yang telah di kirim ke Negara Malaysia, tiket boarding pass calon PMI sejumlah 2 (dua) tiket, dan surat keterangan pemeriksaan covid sebanyak 2 (dua) lembar.

“Kini kedua tersangka akan Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” terangnya.(*)

Penulis : Fernando

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER