Soal Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021, Satgas Covid-19 Nasional: Waspada Lonjakan Kasus!

Data menunjukkan bahwa masyarakat usia sekolah, yakni 6 - 18 tahun menyumbang 9.6 persen dari kasus positif nasional. Rentang usia itu juga menyumbang 0.6 persen kasus kematian nasional

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan agar waspada terjadi lonjakan kasus terkait pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan Juli 2021 mendatang. (Foto: rri.co.id)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan agar waspada terjadi lonjakan kasus terkait pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan Juli 2021 mendatang. (Foto: rri.co.id)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Satuan Tugas Covid-19 Nasional mengingatkan agar waspada terhadap lonjakan kasus terkait rencana pembukaan pembelajaran tatap muka.

Pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah pada Juli 2021 mendatang harus diselenggarakan dengan cermat dan hati-hati sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Karena, meskipun penanganan pandemi Covid-19 mulai terkendali, Indonesia masih berada di tengah ancaman potensi lonjakan kasus dampak dari libur panjang lebaran Idul Fitri 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan kembali, bahwa sesuai arahan presiden, PTM terbatas diikuti peserta sebanyak 25 persen dari total kapasitas ruang belajar.

Ditegaskan bahwa kegiatan tatap muka tidak boleh lebih dari dua hari dalam seminggu dan durasinya maksimal 2 jam pertemuan.

BACA JUGA:

Pemerintah memastikan kegiatan PTM mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan keamanan dari peserta didik.

“Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka harus sudah divaksin dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid,” tegas Wiku memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Rabu (9/6/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Mengutamakan keselamatan para peserta didik memiliki alasan kuat. Karena data menunjukkan bahwa masyarakat usia sekolah, yakni 6 – 18 tahun menyumbang 9.6 persen dari kasus positif nasional. Rentang usia itu juga menyumbang 0.6 persen kasus kematian nasional.

“Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas,” imbuhnya.

Pemerintah Daerah Diminta Turunkan Angka Kasus Aktif 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.