Kasus Pungli di Tanjung Priok Sudah Terjadi Sejak Lama, Begini Ceritanya

Foto: Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/2/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/2/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Praktik pungutan liar (pungli) masih merajalela di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut pengakuan beberapa supir kepada Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke pelabuhan utama Indonesia Kamis (10/6/2021) kemarin.

Para pekerja kerah biru ini mengeluhkan, bukan terkait masalah beratnya pekerjaan yang digelutinya, melainkan aksi premanisme juga pungutan liar yang kerap terjadi.

.Baca : Pegawai Balai Karantina Batam Kantongi Hasil Pungli Selama 4 Bulan Sebesar 25 Juta Rupiah

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Riyanto membenarkan adanya praktik premanisme dan pungli ini, dan menurutnya ini sudah menjadi hal yang biasa. Pelaku bisnis juga memberikan uang lebih kepada supir saat melakukan perjalanan.

“Betul, masih ada dan sudah ada sejak lama. Ya seperti kucing-kucingan preman dengan aparat, daerah dekat depo itu merupakan area yang rawan, memang rutin ada ongkos lewat area,” jelasnya.

Dari hitungannya, paling tidak biaya pungli dan preman itu bisa mencapai 10% dari tarif sekali jalan truk ke arah Pelabuhan Tanjung Priok.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.