Vaksinasi dan Kerjasama Antar Stakeholder, Rumus Penting Kembalikan Kejayaan Sektor Ekonomi Batam

Editor : Sudianto Pane

Foto istimewa
Foto istimewa
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja menyarankan pentingnya vaksinasi dalam upaya pengendalian Covid-19, serta Sinergi Antar Stakeholder dalam mengembalikan kejayaan perekonomian di Batam, Kepulauan Riau.

Adapun hal ini dijelaskan nya tertuang dalam rumus “1+5” yang mengacu pada pentingnya pengendalian Covid-19 melalui vaksinasi, dan penerapan protkes di lokasi umum.

“Rumus 1+5 ini adalah salah satu cara dalam mempercepat dan memulihkan kondisi ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. Dimana faktor utamanya adalah mengendalikan Covid-19 melalui Vaksinasi dan tetap menjaga protokol kesehatan dimana saja,” terang Musni Hardi K. Atmaja dalam diskusi daring bertemakan Sinergi Memperkuat Pemulihan Ekonomi Kepri ‘Investasi dan Kawasan Ekonomi Khusus’ pada Selasa (22/6/2021) pagi.

.Baca : Pekerja Penerima Vaksin di Batam Wajib Mendapatkan Libur

.Baca : Vaksinasi Terus Jalan, Rudi : Masyarakat Batam Jangan Khawatir Vaksin Habis

Selain faktor utama itu, tambahnya, masih ada 5 hal penting lainnya, diantaranya, terus menjaga sektor-sektor utama, produktif dan aman beroperasi dengan baik.

Selain itu, terus mendorong adanya belanja pemerintah khususnya belanja modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, mendorong daya saing investasi dan optimalisasi peran industri melalui penguatan Local value Chain.

“Yang berikutnya adalah, mendorong penyaluran kredit melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan UMKM, serta mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui digitalisasi UMKM dan ETP. Termasuk penggunaan QRIS,” terangnya.

Dan untuk mendukung rumus 1+5 ini, tegasnya lagi, ada semacam dorongan yang nantinya bisa meningkatkan daya saing investasi.

Dimana hal ini bisa dilakukan melalui peningkatan efisiensi Logistik melalui penataan ekosistem logistik yakni Kapasitas Pelabuhan Laut dan Bandar Udara.

“Kemudian, pengembangan Kawasan PBPB BBK sebagai Hub Logistik Internasional untuk meningkatkan daya saing investasi, dan neraca perdagangan. Serta memberikan insentif bagi industri pengolahan berbasis sumber daya alam lokal (terutama sektor maritim),” jelasnya.(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.