Selain Covid-19, Kasus DBD di Karimun juga Tinggi, Seorang Balita di Moro Meninggal

Editor : Sudianto Pane

Dinkes Karimun melakukan fogging di Ranggam, Kecamatan Tebing, Rabu (15/7/2020) setelah dua warganya terserang DBD. Foto Suryakepri.com/IST
Dinkes Karimun melakukan fogging di Ranggam, Kecamatan Tebing, Rabu (15/7/2020) setelah dua warganya terserang DBD. Foto Suryakepri.com/IST
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Selain Covid-19, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) juga dihantui tingginya kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Hingga Juni 2021, Dinas Kesehatan Karimun mencatat sudah ada sebanyak 165 kasus DBD di Kabupaten Karimun.

Tertinggi berada di Kecamatan Moro yakni sebanyak 71 kasus.

“Sejak Januari hingga sekarang sudah tercatat sebanyak 165 kasus. Kasus tertinggi di Kecamatan Moro sebanyak 71 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Jumat (25/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, kasus DBD di Kecamatan Moro tergolong tinggi dalam 6 bulan terakhir.

.Baca : DPRD Karimun Dorong Percepatan Pengadaan Labor PCR di RSUD

Namun ia menyebut peningkatan baru mulai dirasakan sejak bulan Mei 2021.

“Angka ini (71 kasus,red) tergolong tinggi dari kecamatan- kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Karimun. Mulai naik itu sejak Mei,” kata Rachmadi.

Selain Kecamatan Moro, Kecamatan Tebing dan Kecamatan Meral juga dikatakan Rachmadi, termasuk daerah penyumbang kasus DBD terbanyak pada 2021.

Kecamatan Tebing sebanyak 26 kasus dan Kecamatan Meral sebanyak 25 kasus.

“Untuk kecamatan lainnya masih rendah,” ungkapnya.

Sementara untuk angka kematian akibat DBD di Kabupaten Karimun tahun 2021 sampai saat ini tercatat ada satu orang, yakni seorang balita di Kecamatan Moro.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.