Manusia Purba Baru, Homo Nesher Ramla Ditemukan di Israel

Editor : Sudianto Pane

Fosil manusia purba Homo Nesher Ramla yang ditemukan di Israel. (dok. Reuters)
Fosil manusia purba Homo Nesher Ramla yang ditemukan di Israel. (dok. Reuters)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Para Peneliti temukan manusia purba jenis baru di Israel yang disebut sebagai Homo Nesher Ramla, penamaan yang diberikan sesuai dengan lokasi penemuan.

Pasalnya, temuan tulang-belulang manusia purba berasal dari penggalian di tambang pabrik semen di dekat pusat kota Ramla. Manusia purba ini disebut tidak sama dengan genus Homo lain.

Temuan ini disebut para peneliti dari Universitas Tel Aviv dan Universitas Ibrani Yerusalem menjadi satu mata rantai baru terkait dengan evolusi manusia (25/6).

Dalam laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science, disebutkan fosil-fosil tersebut berumur antara 140.000 dan 120.000 tahun yang lalu.

.Baca : Pencipta Antivirus McAfee Ditemukan Tewas di Penjara Barcelona

Para peneliti percaya bahwa tipe Nesher Ramla akan beririsan dengan Homo sapiens, garis keturunan manusia modern.

“Kami tidak pernah membayangkan bahwa bersama Homo sapiens, Homo purba menjelajahi daerah itu di akhir sejarah manusia,” kata ketua arkeolog Yossi Zaidner.

“Pada saat yang sama, jenis Homo ini sangat berbeda dengan manusia modern — menampilkan struktur tengkorak yang sama sekali berbeda, tanpa dagu dan gigi yang sangat besar.

“Morfologi manusia Nesher Ramla berbagi fitur dengan Neanderthal… dan jenis Homo kuno,” kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Bersamaan dengan sisa-sisa manusia, penggalian tersebut menemukan sejumlah besar tulang hewan serta peralatan batu.

“Temuan arkeologi yang terkait dengan fosil manusia menunjukkan bahwa ‘Nesher Ramla Homo’ memiliki teknologi produksi alat batu yang canggih dan kemungkinan besar berinteraksi dengan Homo Sapiens lokal,” kata Zaidner.

Para peneliti menyarankan bahwa beberapa fosil yang sebelumnya ditemukan di Israel yang berusia 400.000 tahun bisa jadi milik jenis manusia prasejarah yang sama.

.Baca : Ditemukan Kuburan Massal Berisi Jenazah 215 Anak di Sekolah Adat Kanada 

Antropolog sekaligus dokter gigi Rachel Sarig dari Universitas Tel Aviv mengatakan bahwa sebelumnya para peneliti telah mencoba untuk menganggap tulang yang lebih tua sebagai kelompok manusia yang dikenal seperti Homo sapiens atau Neanderthal.

“Tapi sekarang kami katakan: Tidak. Ini adalah kelompok itu sendiri, dengan ciri dan karakteristik yang berbeda,” katanya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.