Sunday, May 19, 2024
HomeKarimunSholat Idul Adha Dibolehkan saat PPKM Mikro di Karimun tapi Khutbah Dibatasi...

Sholat Idul Adha Dibolehkan saat PPKM Mikro di Karimun tapi Khutbah Dibatasi Maksimal 15 Menit

Editor : Sudianto Pane

spot_img

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Tidak lama lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha atau disebut juga hari raya haji atau kurban.

Perayaan hari raya Idul Adha juga akan dilangsungkan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) yang diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.

Meski saat ini Kabupaten Karimun tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM skala mikro.

.Baca : Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diberlakukan di Karimun Mulai Senin (12/7) Ini, Acara Nikahan Tak Boleh Makan di Tempat

.Baca : Bantu Biaya Pengobatan Bayi Asyifa, EO Lakse Kuah Karimun “Ngamen” di Coastal Area

Namun begitu Pemerintah Kabupaten Karimun tetap membolehkan sholat Idul Adha di masjid-masjid dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hanya saja durasi ceramah dibatasi maksimal 15 menit saja.

Selain itu Khatib juga diminta mengenakan masker dan faceshield.

Pengurus masjid diminta untuk membentuk Satgas Covid-19 selama perayaan hari raya Idul Adha.

Hal itu diketahui setelah Bupati Karimun Aunur Rafiq menerbitkan Surat Edaran Nomor : 400/KESRA-SETDA/VII/1276/2021 tentang Penyelenggaraan Rangkaian Perayaan Idul Adha 1442 H/ 2021 M dan Pelaksanaan Ibadah di Rumah/Sarana Ibadah Dalam Rangka Pengendalian Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Karimun, tertanggal 13 Juli 2021.

Berikut isi surat edaran tersebut:

1. Pelaksanaan takbir keliling dalam bentuk dan kreatifitas apapun ditiadakan.

Sedangkan pelaksanaan takbir di masjid/surau diperbolehkan dengan ketentuan waktu penyelenggaraan takbir paling lama satu (1) jam dan diakhiri maksimal pukul 22.00 WIB dengan pembatasan jamaah, menghindari terjadi kerumunan serta tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan Pencegahan COVID 19 yang ketat.

2. Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Untuk wilayah yang masih berstatus zona merah dan oranye, shalat Idul Adha hanya dapat dilakukan di lapangan terbuka dan jika kondisi hujan dapat
dilakukan di Masjid/Mushalla dengan pembatasan jumlah 25 % dari kapasitas
ruangan;

.Baca : Pemprov Kepri Larang Pawai Takbiran Keliling Idul Adha

b. Untuk Wilayah yang masih berstatus Zona Kuning dan Hijau , Shalat Idul Adha
diutamakan di lapangan terbuka dan dapat dilaksanakan di Masjid /Mushalla
dengan pembatasan jumlah Jamaah 50 % dari kapasitas ruangan;

c. Pelaksanaan Shalat Idul Adha sebagaimana huruf a dan b di atas tetap
dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat;

3. Untuk Pelaksanaan Ibadah pada tempat ibadah seperti Masjid/Mushalla, Gereja,
Vihara, serta tempat Ibadah lainnya dapat dilaksanakan dengan membatasi
kapasitas jamaah sesuai Zona sebagaimana yang tercantum pada angka 2 huruf a dan b;

4. Penyelenggaraan Ibadah pada angka 1, 2 dan 3 sebagaimana tersebut di atas
dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Melakukan Pengecekan Suhu;
b. Menyediakan Hand Sanitizer dan sarana pencuci tangan menggunakan sabun
dan air yang mengalir;
c. Menyediakan petugas untuk mengumumkan , menerapkan dan mengawasi
pelaksanaan protokol kesehatan;
d. Menggunakan masker dengan benar;
e. Menjaga jarak dan menjauhi kontak fisik;
f. Membawa perlengkapan ibadah masing-masing;
g. Berasal dari warga setempat;
h. Disarankan tidak dalam kondisi hamil atau menyusui;
i. Tidak baru kembali dari perjalanan luar kota;
j. Tidak sedang menjalani Isolasi mandiri;
k. Dalam kondisi sehat;
l. Tidak berkerumunan sebelum maupun setelah beribadah;
m. Melakukan desinfeksi ditempat penyelenggaraan sebelum dan sesudah Ibadah
n. Petugas Khatib menggunakan Masker Medis dan Pelindung wajah serta
menyampaikan durasi khutbah maksimal 15 menit.

5. Petugas penyembelihan hewan Qurban di utamakan telah mendapatkan vaksinasi atau bersedia di lakukan Rapid Test Antigen yang difasilitasi oleh pengurus
masjid/panitia qurban dan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat;

6. Prosesi penyembelihan hewan Qurban dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan yang ketat, diawasi oleh Satgas Kabupaten/Kota sampai dengan Kecamatan, Desa/Kelurahan, RT/RW dan melibatkan TNI Polri;

7. Pelaksanaan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat, Panitia qurban diminta untuk berkoordinasi dengan RT/RW setempat dan mengatur penjadwalan distribusi atau Panitia mengantar langsung kepada masyarakat yang menerima;

.Baca : Batam Terapkan PPKM Darurat Mulai Senin Depan, Ini Aturan Mainnya

8. Dengan diterbitkannya Surat Edaran ini maka Surat Edaran Nomor 450/SET-
COVID-19/V/09/2020 tanggal 28 Mei 2020 tentang Protokol Pelaksanaan Ibadah Dalam Kondisi Covid- 19 pada Rumah/Sarana Ibadah di Kabupaten Karimun dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;

9. Bersama-sama kita berdo’a agar Kabupaten Karimun diberikan keberkahan dan masyarakatnya dijauhkan dari wabah serta diberikan kemampuan untuk melawan
Covid 19. (*)

Penulis: Rachta Yahya

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER