Perubahan Iklim Pemicu Banjir Bandang, Eropa Hadapi Cuaca “Normal Baru”

Walporzheim adalah salah satu desa yang terkena banjir di NRW. Penduduk desa mengatakan mereka diperingatkan tetapi tidak meninggalkan rumah mereka karena mereka tidak pernah membayangkan hal seperti ini. (Twitter Kate Martyr @KateMartyr)
Walporzheim adalah salah satu desa yang terkena banjir di NRW. Penduduk desa mengatakan mereka diperingatkan tetapi tidak meninggalkan rumah mereka karena mereka tidak pernah membayangkan hal seperti ini. (Twitter Kate Martyr @KateMartyr)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BERLIN, SURYAKEPRI.COM – Banjir bandang yang melanda sebagian Eropa Barat, telah menyebabkan kehancuran di beberapa bagian wilayah itu, merenggut puluhan nyawa, dan ribuan lainnya dikhawatirkan hilang.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim memiliki peran atas terjadinya badai dan hujan lebat yang memicu banjir besar pada Kamis (15/7/2021) di Jerman, Belgia, Prancis, Swiss, dan Belanda.

Badai hebat dan hujan semalaman menyebabkan sungai dan waduk meluap dan banjir bandang mengubah jalan menjadi arus deras, menyapu mobil, dan menghancurkan bangunan.

Selama beberapa minggu terakhir, Jerman telah mengalami perjalanan roller coaster suhu tinggi dan kekeringan, diikuti episode hujan lebat.

BACA JUGA:

Pada hari Rabu dan Kamis, fenomena itu diselingi oleh bencana banjir di beberapa wilayah di Jerman barat dan negara-negara tetangga.

Para ahli mengatakan cuaca ekstrem seperti itu pernah terjadi sekali dalam satu generasi tetapi mungkin terjadi lebih sering di masa depan – dan dengan intensitas yang lebih besar – pertanda bahwa perubahan iklim berdampak pada kehidupan kita.

Apakah cuaca ini normal untuk Jerman?

“Biasanya, kita hanya melihat cuaca seperti ini di musim dingin,” kata Bernd Mehlig, seorang pejabat lingkungan dari negara bagian North Rhine-Westphalia (NRW) di Jerman barat – wilayah yang paling parah dilanda hujan – kepada penyiar publik WDR.

“Sesuatu seperti ini, dengan intensitas seperti ini, benar-benar tidak biasa di musim panas,” imbuh dia.

Berbicara dengan WDR Kamis, juru bicara tim krisis kota Hagen memperkirakan bahwa air akan mencapai tingkat yang tidak terlihat lebih dari empat kali dalam satu abad, dengan beberapa bagian kota dilaporkan tidak dapat diakses dan terisolasi karena air yang tinggi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.