PPKM Darurat, Seorang Mitra GoCar di Batam Bagikan Kopi Gratis Untuk Aparat TNI-Polri di Titik-titik Penyekatan

Editor: Redaksi

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Pemerintah secara resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia. Tak hanya di Jawa dan Bali, PPKM ini juga mulai diberlakukan di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya adalah di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Di sini, PPKM Darurat mulai diberlakukan sejak Senin, 12 Juli 2021 melalui penutupan 55 ruas jalan protokol di seluruh wilayah kota Batam dan pengerahan puluhan ribu aparat TNI-Polri.

Bagi mitra-mitra GoCar yang sehari-hari bekerja di jalan, tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah jalan yang ditutup, membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan terkadang harus memutar dan membutuhkan daya tempuh ekstra. Meskipun demikian, seorang mitra GoCar di Batam justru memanfaatkan momentum ini untuk bisa berbagi kepada sesama.

Catur Purna Fitri, seorang mitra GoCar Batam, menjadi pionir dan menggerakkan komunitas mitra Gojek roda empat untuk memberikan semangat dan apresiasi kepada para petugas TNI-Polri yang sedang bertugas selama pemberlakuan PPKM Darurat di kota Batam. “Sejak hari pertama pemberlakuan PPKM Darurat tanggal 12 Juli lalu saya memang sudah memulai upaya saya untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada bapak-bapak petugas yang sedang berjaga selama masa PPKM Darurat ini. Sederhana saja, apa sih yang bisa saya bagi? Tidak banyak, hanya segelas kopi yang bisa saya berikan kepada bapak-bapak yang sudah lelah bertugas di jalan. Berbagi itu penting dan itu membuat saya bahagia. Jadi ini yang bisa saya lakukan, ya saya lakukan,” jelas pria yang sudah 5 tahun bersama Gojek ini.

Baca juga: Sekarang Wajib Tes PCR dan Bawa Kartu Vaksin dari Batam ke Pekanbaru

Upaya yang dilakukan Catur ini rupanya didengar oleh rekan-rekan komunitas mitra roda empat di Batam. Jika sebelumnya Catur bergerak sendiri, kini rekan-rekan mitra GoCar di Batam juga ikut bergabung dalam aksi sosial ini. “Rekan-rekan sangat mendukung apa yang saya lakukan. Mereka memberikan sebagian rezeki mereka. Sekitar 10 ribu atau 20 ribu per orang dikumpulkan, lalu saya bantu untuk membeli kopi. Jadi kami saling berbagai tugas, siapa yang mengumpulkan uang, lalu siapa yang membawa termosnya dan siapa yang akan membagikannya. Lalu jadilah saya yang membagikannya ke para petugas. Dalam sehari, kami bisa menghabiskan sekitar 40 hingga 50 bungkus kopi,” ungkap ayah satu anak ini.