WHO: Bukti Vaksinasi Covid-19 Bukan Satu-satunya Syarat Perjalanan

Lion Air Grup melakukan sterilisasi pesawat sebagai langkah pencegahan dalam menghadapi wabah penyakit akibat virus Covid-19. foto: kc
Lion Air Grup melakukan sterilisasi pesawat sebagai langkah pencegahan dalam menghadapi wabah penyakit akibat virus Covid-19. foto: kc
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa bukti vaksinasi Covid-19 tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya syarat untuk perjalanan internasional.

Hal tersebut tertuang dalam poin ke-7 dari 9 Rekomendasi Sementara untuk Negara Pihak terkait upaya memerangi pandemi Covid-19 yang diumumkan di situs resmi WHO pada Kamis 15 Juli 2021, sebagaimana diakses Suryakepri.com, Jumat (16/7/2021).

Poin tersebut berbunyi:DILARANG menjadikan bukti vaksinasi Covid-19 sebagai satu-satunya syarat perjalanan internasional atau kondisi yang memungkinkan perjalanan internasional, mengingat akses global yang terbatas dan distribusi vaksin Covid-19 yang tidak merata. (Selengkapnya di SINI)

Negara Pihak harus mempertimbangkan pendekatan berbasis risiko untuk memfasilitasi perjalanan internasional dengan mencabut langkah-langkah, seperti persyaratan pengujian dan/atau karantina, jika sesuai, sesuai dengan pedoman WHO.  (Selengkapnya di SINI)

BACA JUGA:

Pertimbangan WHO didasarkan atas kertas posisi: “Interim position paper: considerations regarding proof of COVID-19 vaccination for international travellers” yang telah diterbitkan sejak 5 Februari 2021 di situs resmi WHO.

Makalah tersebut menyajikan posisi WHO tentang kelayakan persyaratan untuk vaksinasi Covid-19 atau bukti vaksinasi untuk pelancong internasional, dirancang untuk digunakan terutama oleh pejabat kesehatan masyarakat nasional dan manajer program imunisasi. Juga ditujukan bagi cabang pemerintah lain yang bertanggung jawab atas perjalanan atau imigrasi, lembaga pendanaan internasional, kelompok penasihat vaksin, komunitas medis, media ilmiah, dan publik.

Kertas posisi itu menyajikan pertimbangan ilmiah, etika, hukum dan teknologi mengenai kemungkinan pengenalan persyaratan oleh Negara-negara Pihak tentang bukti vaksinasi Covid-19 untuk pelancong internasional yang keluar atau masuk, sesuai dengan ketentuan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) tahun 2005.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.