Selain Covid-19, Kasus DBD di Batam Meningkat, Ada 347 Kasus dan Hampir di Semua Kecamatan

Editor : Sudianto Pane

Ilustrasi
Ilustrasi
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kasus Demam Bedarah Dengue (DBD) di Kota Batam sampai sampai pertengahan Juli 2021 ini, tercatat ada sebanyak 347 kasus

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yakni sebanyak 341 kasus.

Jika dilihat wilayah paparannya, hampir seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD.

.Baca : Selain Covid-19, Kasus DBD di Karimun juga Tinggi, Seorang Balita di Moro Meninggal

.Baca : Makanan  agar Cepat Sembuh dari DBD

Sementara bila melihat data tahun sebelumnya, Kecamatan Batam Kota masih menjadi kecamatan dengan kasus tertinggi.

Ditambahkan Didi, kasus DBD fluktuatif. Namun saat musim hujan, kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akan meningkat.

Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan.

Kondisi tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue.

“Kelangsungan hidup nyamuk Aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan,” ungkap Didi.

Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan Batam untuk penanganan kasus DBD ini.

Salah satunya dengan memberikan penyuluhan ke masyarakat, sampai peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan programnya ‘Gerakan 1 rumah 1 jumantik’.

“Kita aktifkan kembali gerakan 1 rumah 1 jumantik,” kata Didi.

Selain itu, kader ini juga bertugas untuk memantau kondisi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.