Pasien Covid-19 Meninggal di India 4,7 Juta Jiwa, 10 Kali Lipat Dari Laporan Resmi

Keluarga memberi penghormatan terakhir kepada kerabat mereka yang meninggal karena infeksi virus corona sebelum dikremasi di Sungai Gangga di India, Sabtu (8/5/2021).(AP PHOTO)
Keluarga memberi penghormatan terakhir kepada kerabat mereka yang meninggal karena infeksi virus corona sebelum dikremasi di Sungai Gangga di India, Sabtu (8/5/2021).(AP PHOTO)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

NEW DELHI, SURYAKEPRI.COM – Jumlah kematian pasien virus corona atau Covid-19 di India disebut mencapai 10 kali lebih banyak dari hampir 415.000 kematian yang dilaporkan secara resmi pihak berwenang.

Data tersebut diungkap studi oleh Center for Global Development, sebuah kelompok riset asal Amerika Serikat (AS), pada Selasa (20/7/2021). Angka tersebut kemungkinan menjadikan wabah Covid-19 di India bencana kemanusiaan terburuk sejak kemerdekaan negara itu.

Studi mereka menganalisis data dari awal pandemi Covid-19 hingga Juni tahun ini, menunjukkan antara 3,4 juta hingga 4,7 juta orang meninggal akibat virus corona. “Kematian yang sebenarnya mungkin dalam beberapa juta, bukan ratusan ribu, membuatnya bisa dibilang sebagai tragedi kemanusiaan terburuk di India sejak partisi dan kemerdekaan,” kata para peneliti dikutip dari AFP.

Jumlah kematian resmi yang diumumkan India adalah 414.000 lebih, tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (609.000) dan Brasil (542.000).

Namun para ahli selama berbulan-bulan meragukan laporan pemerintah itu, dengan menunjuk titik kesalahan di layanan kesehatan yang kewalahan, bukan kesalahan informasi yang disengaja.

Beberapa negara bagian India sebelumnya telah merevisi jumlah korban virus mereka dalam beberapa pekan terakhir, menambahkan ribuan kematian tak tercatat.

Para penulis riset, termasuk Arvind Subramanian mantan kepala penasihat ekonomi pemerintah, melakukan ini sebagian dengan menganalisis pendaftaran kematian di beberapa negara bagian serta studi ekonomi nasional yang berulang.

Para peneliti, yang juga termasuk pakar Universitas Harvard, mengakui bahwa memperkirakan kematian dengan statistik itu sulit. “(Tetapi) semua perkiraan menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat pandemi kemungkinan akan lebih besar dari jumlah resmi,” kata mereka.

BACA:Tsunami Covid-19 Indonesia Melampaui India, Jadi Episentrum Baru Covid-19 Asia

BACA:2.000 Warga India Tertipu Vaksin Abal-abal Covid-19 Berisi Garam

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.