Gagal Pertahankan Gelar Juara Umum STQH Kepri, Wabup Karimun Mengaku Kecewa

Editor : Sudianto Pane

Bupati dan Wakil Bupati Karimun menyerahkan saguhati kepada para pemenang STQH Kepri 2021 di aula Masjid Agung Karimun. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Bupati dan Wakil Bupati Karimun menyerahkan saguhati kepada para pemenang STQH Kepri 2021 di aula Masjid Agung Karimun. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Wakil Bupati Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) H Anwar Hasyim mengaku kecewa Kabupaten Karimun gagal mempertahankan gelar juara umum Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Provinsi Kepri untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Itu setelah pada STQH Provinsi Kepri ke IX, Kabupaten Karimun hanya berada di posisi kedua.

Sementara gelar juara umum melayang ke Kota Batam.

Kegagalan itu, membuat ambisi Kabupaten Karimun untuk mempermanenkan piala bergilir STQH Kepri gagal terwujud.

Seperti diketahui, Kabupaten Karimun sudah dua kali secara berturut-turut keluar sebagai juara umum pada perhelatan STQH Kepri dua edisi sebelumnya.

.Baca : Lagi, Bakti Lubis Bantu Nelayan Karimun 125 Unit Mesin Tempel dan 760 Utas Jaring

.Baca : Labor PCR Karimun Tinggal Tunggu Izin dari Pemprov Kepri

Artinya Kabupaten Karimun cuma butuh sekali lagi gelar juara umum untuk menjadikan piala bergilir STQH Kepri menjadi milik Kabupaten Karimun seutuhnya.

Mengetahui kegagalan tersebut, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengaku sedikit kecewa.

Menurutnya persiapan kafilah Kabupaten Karimun dinilai orang nomor dua di Kabupaten Karimun itu sudah cukup maksimal.

Meski begitu Anwar mengaku tidak akan larut dalam kesedihan.

“Saya kira usaha kita sudah maksimal, sebagai manusia biasa tentunya ada sedikit tergores perasaan ini dan rasa kekecewaan, tapi kan tidak harus hanyut dengan kekecewaan,” ujarnya.

Ditanya apakah biang kegagalan Kabupaten Karimun dikarenakan STQH Provinsi Kepri digelar secara virtual, Anwar membantahnya.

Sebaliknya hal itu tidak menjadi alasan kegagalan pihaknya.

“Saya kira tidak pengaruh. Meskipun kesulitan memang ada. Tapi kan ini baru sehingga menjadi keragu-raguan kita, karena ada yang tidak tahu kemudian peserta tidak berhadapan langsung dengan juri ataupun penonton. Ditambah kekhawatiran akan sinyal internet dan listrik, semuanya perlu dipikirkan,” katanya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.