Greysa/Apri Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020, Sejak Usia 13 Tahun Greys Yakin Akan Cetak Sejarah, Sekarang Catat Rekor Atlet Tertua Peraih Emas Olimpiade

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

“Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan di hati saya bahwa saya memilih ini [olah raga badminton]. Orang-orang berkata: ‘Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri.’ ”

“Dan di sinilah kita sekarang. Keluarga saya mengatakan kepada saya untuk tidak menyerah, jangan menyerah.”

“Kedengarannya brilian (tertawa). Sekarang saya tidak bisa berkata-kata. Kami di sini dan kami mendapat medali emas dan ini adalah bagaimana rasanya memenangkan medali emas. Tak terlukiskan. Ini sangat berarti bagi saya,” ujar Greysia Polii yang sebelumnya pernah meraih emas di ajang Kejurnas, PON, Sea Games, dan Asian Games.

Dia bertutur bahwa saat masih berusia 13 tahun dirinya sudah memiliki keyakinan akan meraih sukses.

“20 tahun yang lalu ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya sabar.”

“Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulu tangkis dan saya memiliki keyakinan pada usia 13 tahun bahwa saya ingin membuat sejarah di bidang ini,” ujarnya.

Akun @BadmintonTalk di Twitter menulis; Greysia Polii/Rahayu juga menorehkan prestasi dalam sejarah Ganda Putri sebagai Ganda Putri pertama yang meraih Emas dalam tiga kemenangan di penyisihan grup dan juga mencatat kemenangan dalam 2 game langsung di final (tanpa rubber game) sejak #Olimpiade Bulu Tangkis dengan format penyisihan grup format diperkenalkan pada tahun 2012!”

Sejarah yang ditorehkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam Perolehan Medali Emas di final kategori #Tokyo2020 Ganda Putri yang membuat INA [Indonesia] menjadi negara kedua setelah China yang berhasil mencatatkan kemenangan di lima kategori nomor berbeda dan juga meraih emas di tujuh dari delapan sejarah bulu tangkis di Olimpiade.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.