Monday, July 15, 2024
HomeLainnyaInternasionalTim Arkeolog Temukan Buah Berusia 2400 Tahun di Bawah Laut

Tim Arkeolog Temukan Buah Berusia 2400 Tahun di Bawah Laut

Editor : Sudianto Pane

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Tim Arkeolog berhasil menemukan ‘harta karun’ di situs kota kuno bawah laut Thonis Heracleion di lepas pantai Mesir. Dalam ‘harta karun’ itu, peneliti menemukan benda-benda purba termasuk keramik Yunani dan keranjang anyaman yang berisi buah-buahan berusia 2400 tahun.

Thonis-Heracleion yang tenggelam adalah kota pelabuhan Mediterania terbesar di Mesir sebelum Alexander Agung mendirikan Alexandria pada 331 SM. Tim dari European Institute for Underwater Archaeology (IEASM) yang dipimpin oleh arkeolog kelautan Prancis Franck Goddio mempelajari daerah tersebut selama beberapa tahun terakhir.

.Baca : Dokter Lois Owien Jadi Tersangka Kasus Dugaan Hoax Virus Corona

.Baca : China Kirim Tiga Astronot ke Ruang Angkasa Selama Tiga Bulan 

Pada tahun 2021 ini mereka berhasil menemukan sisa-sisa purbakala. Di sepanjang kanal masuk timur laut kota yang terendam itu, peneliti menemukan sisa-sisa tumulus besar atau area pemakaman Yunani.

“Ditutupi dengan pemakaman yang mewah,” tulis IEASM dalam temuan mereka, dikutip dari CNN.

Tumulus itu memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar delapan meter. Peneliti menyebut tumulus itu tampak seperti pulau yang dikelilingi saluran.

Peneliti menyakini di area pemakaman itu dilakukan upacara yang besar.

Temuan peneliti di situs kota Thonis Heracleion yang tenggelam, termasuk buah berusia 2400 tahun. (Foto: Arsip Christoph Gerigk/Franck Goddio/Hilti Foundation).

“Di mana-mana kami menemukan bukti material yang terbakar. Upacara spektakuler pasti terjadi di sana. Tempat itu pasti telah disegel selama ratusan tahun karena kami tidak menemukan benda apapun dari awal abad keempat SM, meskipun kota itu hidup selama beberapa ratus tahun setelah itu.”kata Goddio.

Di tempat bekas upacara itu, peneliti menemukan keramik mewah dari Yunani dan keranjang anyaman yang masih berisi buah-buahan. Di dalam keranjang itu terdapat biji anggur dan buah doum. Buah doum adalah buah dari pohon palem Afrika, yang sering ditemukan di kuburan.

“Mereka telah berbaring tak tersentuh di bawah air (selama) 2400 tahun, mungkin karena mereka pernah ditempatkan di dalam ruang bawah tanah atau dikubur segera setelah dipersembahkan,” kata IEASM.

Tim peneliti di menyelam di situs kota Thonis Heracleion yang tenggelam di bawah laut dan menemukan buah berusia 2400 tahun. (Foto: Arsip Christoph Gerigk/Franck Goddio/Hilti Foundation)
Peneliti menyebut temuan ini menggambarkan keberadaan pedagang dan tentara bayaran Yunani yang tinggal di Thonis-Heracleion. Pada masa itu, orang Yunani diizinkan untuk menetap di kota selama periode Firaun akhir dan membangun tempat perlindungan mereka sendiri di dekat kuilAmun.

Namun, menurut peneliti, beberapa gempa bumi yang diikuti oleh gelombang pasang menyebabkan delta Nil seluas 110 kilometer persegi ini runtuh dan tenggelam di bawah laut. Kota Thonis-Heracleion dan Canopus Sungai Nil ikut tenggelam. Kota Thonis-Heracleion ini berhasil ditemukan pada tahun 2000.

.Baca : Para Peneliti Temukan Komet Raksasa, Seribu Kali Lebih Besar dari Komet Lain

Pada misi tahun 2021 ini, peneliti juga menemukan kapal Ptolemaic yang tenggelam dihantam balok-balok besar kuil Amun. Penemuan kapal ini mengejutkan peneliti.

“Penemuan kapal cepat dari periode ini masih sangat jarang. Satu-satunya contoh lain hingga saat ini adalah Kapal Punic Marsala (235 SM). Sebelum penemuan ini, kapal Helenistik jenis ini sama sekali tidak diketahui oleh para arkeolog,” kata Goddio.(*)

Sumber:CNNIndonesia

 

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER