SD Swasta di Batam Gelar Sekolah Tatap Muka Diam-diam, Kadisdik Batam Sebut Akan Beri Peringatan

Editor : Sudianto Pane

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan menegaskan sampai saat ini untuk sekolah di Kota Batam dari PAUD sampai dengan SMP, tidak diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Arulan juga mengingatkan agar sekolah tidak coba-coba menggelar Sekolah tatap muka secara diam-diam karena bisa membahayakan kesehatan anak didik, terutama anak-anak yang masih kecil.

Lebih lanjut Arulan mengatakan jika ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, kita akan bina dan surati.

.Baca : Gubernur Kepri, PPKM Turunkan Kasus Covid-19 di Kepri

.Baca : PPKM Level 4 Langkah Pemerintah Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Ia juga meminta kepada sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka, agar mengikuti aturan yang belaku.

“Jangan mengorbankan kesehatan anak didik. Silakan turuti aturan yang berlaku,” kata Arulan.

Disdik tidak membenarkan apapun alasan sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka.

“Apapun itu alasannya tidak benarkan. Kita imbau semua sekolah mulai dari PAUD sampai SMP, agar mengikuti aturan yang ada,” kata Arulan.

Peringatan yang diberikan Hendri tersebut menyusul adanya sekolah SD swasta di  Sagulung Batam yang disebut nekat menggelar Sekolah tatap muka.

Ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang masih diberlakukan di Kota Batam, ada sekolah swasta di Batam, khususnya untuk Sekolah Dasar (SD) kelas 1 melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka selama dua jam dalam sehari.

Seperti di wilayah Sagulung. Ada beberapa sekolah swasta yang melaksanakan belajar tatap muka khusus kelas 1 SD.

Dengan catatan anak didik tidak diperkenankan menggunakan seragam sekolah.

Informasi yang dikumpulkan di lapangan, kapasitas dalam satu ruang kelas itu hanya 25 persen.

Untuk mengelabui Tim Satgas Covid-19, pihak sekolah tidak memperkenankan orangtua menunggu di sekolah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.