Diluncurkan Secara Virtual, Program SfP-Indonesia oleh Pemerintah Inggris Libatkan Polibatam

Editor : Sudianto Pane

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Program Skills for Prosperity di Indonesia (SfP-Indonesia), yang didanai Pemerintah Inggris, dengan melibatkan Politeknik Negeri Batam (Polibatam), resmi diluncurkan secara virtual, Kamis (12/8/2021) siang.

Kehadiran program yang digagas Organisasi Buruh Internasional (ILO) ini, ditargetkan memaksimalkan proses pembelajaran siswa, dan membekali dengan keterampilan yang sesuai dengan standar maritim global, dikarenakan permintaan pasar tenaga kerja merupakan tujuan kunci dari kemitraan baru dalam pengembangan keterampilan.

Dalam kegiatan secara daring ini, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Michiko Miyamoto, menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dalam pemulihan ekonomi, di masa Covid-19.

.Baca : BP Batam Jamin Kemudahan Investasi di Batam

.Baca : Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM Level 2 – 4 hingga 16 Agustus

Program ini, merupakan bagian dari program kerja ILO dalam pengembangan keterampilan bersama Pemerintah, mitra sosial dan para pemangku kepentingan di Indonesia.

Program SfP-Indonesia secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kebijakan dan sistem pengembangan keterampilan di Indonesia sebagai upaya merespons perubahan kebutuhan keterampilan di industri maritim yang terus berkembang.

“Pengembangan keterampilan dan reformasi positif dalam sistem keterampilan Indonesia merupakan faktor penting dalam pemulihan dari pandemi yang berpusat pada manusia, di
mana kaum muda dapat mengakses pendidikan dan pelatihan yang mengarahkan pada kesempatan mendapat pekerjaan yang layak, dan memastikan tidak ada satu orang pun
yang tertinggal. Ini sejalan dengan pemulihan ekonomi yang akan didorong oleh pertumbuhan tenaga kerja yang terampil dan produktif,” ujar Michiko.

Program yang dijalankan dengan Polibatam ini, akan bekerjasama dengan City of Glasgow College, yang akan membantu Polibatam dalam memperkuat program studi empat tahun dalam bidang logistik dan perdagangan internasional.

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai langkah ini adalah upaya penting pemulihan ekonomi Batam.

Kendati Batam merupakan salah satu hub logistik di Indonesia, banyak tenaga kerja terampil datang dari luar wilayah tersebut.

Saat ini, program studi logistik dan perdagangan Internasional merupakan satu-satunya program studi yang terfokus pada logistik di wilayah ini.