Anggota DPRD Batam Soroti Masa Berlaku Hasil Tes PCR yang Terlalu Singkat dan Biayanya Mahal

Editor : Sudianto Pabe

Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit
Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM –  Tumbur Hutasoit, Anggota DPRD Kota Batam menyoroti tentang masa berlaku hasil tes PCR hanya 2×24 jam dan juga biayanya tes PCR yang cukup mahal.

Menurut Anggota DPRD ini masa berlaku PCR tersebut sangat dikeluhkan oleh masayarakat, pasalnya  warga yang pulang di masa pandemi ini hanya karena kondisi darurat bukan sekedar untuk jalan-jalan.

Tumbur mengatakan, warga yang berangkat dari Batam, sejak PPKM diterapkan hanya orang yang memiliki urusan penting atau urasan darurat.

.Baca : Ini Jawaban Kemenkes soal Kenapa Tes PCR di Indonesia Lebih Mahal dari India

.Baca : Apindo Kritik Tarif PCR Sangat Mahal, Padahal di India Cuma Rp97 Ribu

“Contoh orangtua meninggal atau saudaranya meninggal, atau bisa juga karena ada urusan penting lain,”kata Tumbur.

Dia mengatakan warga yang pulang karena urusan darurat, sangat tersiksa.

“Coba kita bayangkan, mereka pulang karena orangtua meminggal, biaya cukup banyak. Yang kasihannya lagi berangkat harus PCR, pulang harus PCR lagi, berapa biaya yang harus mereka keluarkan hanya untuk PCR,” kata Tumbur.

Tumbur juga mengatakan, masa berlaku tes PCR selama dua hari, bisa membuat warga yang berangkat dari Batam, akan lama pulang ke Batam.

Dia menjelaskan, jika tes PCR tersebut berlaku selama 4 atau 5 hari, kemungkinan besar orang yang bersangkutan tidak ada berlama-lama di Kampungnya.

“Tapi kalau hanya dua hari, sudah tentu orang yang bersangkutan, masih bisa mengulur waktu. Ya jelas toh harus PCR kembali,” kata Tumbur.

Dia berharap Pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah meninjau kembali aturan yang diberlakukan.”Ya minimal pemerintaj daerah membuat kebijakan,”kata Tumbur.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.