Bupati Karimun Tegaskan Keputusan Isoman di Tangan Medis Bukan Warga

Editor : Sudianto Pane

Bupati Karimun Aunur Rafiq saat memimpin operasi rapid test antigen massal di tempat hiburan malam belum lama ini. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat memimpin operasi rapid test antigen massal di tempat hiburan malam belum lama ini. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Angka kematian karena positif Covid-19 di Kabupaten Karimun dalam dua pekan terakhir dinilai cukup tinggi.

Hal itu rupanya mendapat atensi oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Ia kemudian menitikberatkan perihal sikap isolasi mandiri (isoman).

Rafiq minta kepada seluruh Kepala Puskesmas agar tidak lagi mentolerir kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 perihal isoman di rumah.

Rafiq minta pengertian masyarakat bahwa mulai kini putusan seseorang pasien Covid-19 layak isoman atau tidak, tergantung analisa dokter dan bukan keputusan masyarakat.

.Baca : Fraksi PKB DPRD Karimun Kritik Kebijakan Gubernur Kepri Soal Syarat Bantuan Pasien Covid-19

.Baca : Bupati Karimun Aunur Rafiq Bawa Kabar Duka 

“Yang berhak memutuskan apakah pasien positif atau terpapar layak isolasi mandiri itu dokter yang menangani. Artinya masyarakat tidak bisa lagi memutuskan akan melakukan isolasi mandiri, harus berdasarkan keputusan atau evaluasi tim medis,” kata Rafiq.

Rafiq juga minta seluruh penanggungjawab mulai dari Camat, Lurah dan Kades serta RT dan RW untuk selektif guna mengurangi isoman di rumah.

“Isolasi mandiri sangat rentan dengan kemungkinan tidak menularkan ke yang lain. Maka diperlukan komitmen dan ketegasan bersama aparat, untuk tegas melakukan isolasi terpadu bagi masyarakat yang terpapar Covid-19,” kata Rafiq.

Maka dari itu, Rafiq meminta peran dari RT dan RW agar dapat melakukan pengendalian serta pengawasan terhadap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.

“Selain RT dan RW, saya minta kepada para Camat, Lurah atau Kades, bersama Kepala Puskesmas melakukan rapat setiap minggu, dalam mengevaluasi penatalaksanaan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri, khususnya di daerah zona merah,” tegas Rafiq.

Rafiq juga berpesan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar lebih mengoptimalkan operasi yustisi, terhadap kepatuhan protokol kesehatan masyarakat, termasuk tempat keramaian seperti cafe, rumah makan, dan tempat-tempat hiburan malam. (*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.