Kepala Labor RSUD Tanjungpinang Mengklarifikasi Hasil PCR yang Ditanyakan Pasien Paska Adriyanto

Editor : Sudianto Pane

Ilustrasi pemeriksaan sampel
Ilustrasi pemeriksaan sampel

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Kepala Laboratorium RSUD Kota Tanjungpinang, dr. Novida Dwi Astuti, Sp.PK merespon pemberitaan terkait sampel dari hasil uji PCR pasien atas nama Paska Adriyanto.

Dalam pemberitaan di salah satu media online ulasan.co dengan judul “Sampel PCR Diduga Hilang, Warga Tanjungpinang Curiga Ada Oknum ‘Bermain’ yang terbit Senin (16/8), Paska Adriyanto menyebutkan soal kecurigaan ada oknum yang ‘bermain’ di balik sampel dan hasil swab PCR miliknya yang tidak kunjung keluar.

Menanggapi hal itu, Novida menjelaskan sampel pasien tersebut diterima oleh Laboratorium RSUD mota Tanjungpinang pada 3 Agustus 2021, kemudian dilakukan pemeriksaan PCR pada tanggal 4 Agustus 2021. Namun hasil dari sampel Paska Adriyanto tidak keluar hasilnya dengan kode error 4458.

.Baca : Presiden Jokowi Perintahkan Biaya Tes PCR Turun Jadi Rp 450-550 Ribu 

.Baca : DPR Minta Polisi Mengawasi Implementasi Penurunan Batas Tarif RT-PCR

Untuk informasi bahwa proses pemeriksaan PCR terdiri dari beberapa tahapan panjang sampai dengan keluar hasil, terdiri dari unboxing/preparasi sampel, pelabelan identitas sampel, preoarasi reagenpippeting sampel, ektraksi DNA, master mix hasil ekstraksi dan amplifikasi/pembacaan DNA, dan total lamanya proses-proses tersebut sampai dengan keluarnya hasil sekitar 7 jam.

Kami memeriksa tidak satu persatu sampel melainkan sekaligus dengan minimal 22 sampel, maksimum 94 sampel dalam 1 kali pemeriksaan. Dan untuk mengetahui ada tidaknya sampel yang harus diulang pemeriksaannya pun di akhir proses amplifikasi.

“Kita sekali running itu banyak, bisa puluhan sampel. Tapi, pada pasien Paska itu tidak keluar hasilnya, ada kode error 4458,” ungkapnya

Ini artinya, ada inhibitor di dalam sampelnya yang membuat alat tidak bisa mendeteksi hasilnya. Biasanya, dikarenakan sampelnya itu terlalu banyak lendir,” tambah Novi

Novi mengatakan pada kasus sampel dengan kode error tersebut prosedur nya adalah harus dilakukan pemeriksaan ulang dengan sampel yang sama dengan perlakuan khusus untuk menyingkirkan faktor inhibitor di sampelnya dengan tujuan agar alat PCR dapat mendeteksi target gene utama virus sars cov2 nya. Lalu dilakukan pemeriksaan ulang sampel tersebut pada tanggal 5 Agustus 2021, namun hasilnya tidak keluar lagi dengan kode error 4458.