Saat Saya Berjalan di Sekitar Kabul, Jalanan Kosong dari Perempuan   

Semua perempuan yang saya lihat didampingi oleh wali laki-laki – persyaratan yang telah diberlakukan Taliban pada perempuan

'Kaum perempuan yang memiliki bisnis telah menutup toko, restoran ... Semua salon kecantikan telah menutup pintu mereka.' (Foto: Xinhua/REX/Shutterstock via Guardian)
'Kaum perempuan yang memiliki bisnis telah menutup toko, restoran ... Semua salon kecantikan telah menutup pintu mereka.' (Foto: Xinhua/REX/Shutterstock via Guardian)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KABUL –  Beberapa hari yang lalu ibu kota penuh dengan kaum perempuan yang menjalankan bisnis mereka. Sekarang, hanya beberapa yang tetap berjalan cepat dan penuh ketakutan

Empat hari setelah invasi cepat dan tak terduga oleh Taliban ke Kabul , jalan-jalan di ibukota Afghanistan hampir seluruhnya tidak ada perempuan.

Beberapa perempuan yang berada di jalanan mengenakan burqa biru tradisional, pakaian Islami yang, meskipun adat di Afghanistan, tidak digunakan secara luas di Kabul sampai sekarang.

Banyak perempuan mengenakan pakaian hitam panjang yang biasa dikenakan di negara-negara Timur Tengah dan Arab.

Semua perempuan didampingi oleh wali laki-laki – persyaratan yang diberlakukan Taliban pada perempuan di seluruh negeri. Banyak dari para perempuan ini berbelanja bahan makanan; tugas sederhana yang telah menjadi sangat berbahaya bagi mereka.

BACA JUGA:

Sulit dipercaya bahwa hanya beberapa hari yang lalu, jalan-jalan Kabul penuh dengan wanita yang menjalankan bisnis mereka, meskipun ada risiko keamanan yang dilanggar ketika Taliban menyapu Afghanistan.

Sekarang, mereka berjalan cepat dan penuh ketakutan, mata mereka terus-menerus melirik kemungkinan agresi dari para milisi Taliban yang berpatroli di jalan-jalan yang dulu ramai.

Sejak pendudukan Taliban di Afghanistan, semua pusat pendidikan, sekolah, universitas, gedung pemerintah dan kantor swasta telah ditutup.

Sekitar pukul 10 pagi, saya memutuskan untuk pergi ke Kabul setelah tinggal di rumah selama tiga hari.

'Jalan dan trotoar kosong, kecuali beberapa pria yang tampak sedih dan tertekan yang mondar-mandir di jalanan karena bosan.' (Foto: Hoshang Hashimi/AFP/Getty ivia Guardian)
‘Jalan dan trotoar kosong, kecuali beberapa pria yang tampak sedih dan tertekan yang mondar-mandir di jalanan karena bosan.’ (Foto: Hoshang Hashimi/AFP/Getty ivia Guardian)

Dengan izin orang tua saya, saya naik taksi. Sopir memberitahu saya bahwa sejak Taliban mengambil alih Kabul, jumlah pelanggan perempuan mereka telah berkurang.

“Sebagian besar perempuan dan anak perempuan yang menggunakan jasa kami adalah mereka yang tinggal sendiri. Karena mereka tidak memiliki wali laki-laki, sekarang mereka bahkan tidak bisa keluar rumah,” katanya.

Di jalan-jalan kota, tidak ada petugas hukum atau keamanan; tidak ada polisi atau otoritas lalu lintas yang pernah memberikan semacam ketertiban.

Seorang warga Kabul mengatakan dia menyaksikan Taliban mengendarai mobil polisi dengan kecepatan tinggi melawan lalu lintas di tengah jalan.

Pol e Sorkh, kawasan yang terkenal sebagai pusat budaya generasi muda dan terpelajar Afghanistan, kini tak lagi semarak. Jalanan dan trotoar kosong, kecuali beberapa pria yang tampak sedih dan murung yang mondar-mandir karena bosan.

Laila Haidari, pemilik restoran Taj Begum, menulis di halaman media sosialnya: “Dunia berubah untuk kita selamanya. Taj Begum sudah tidak ada lagi.”

Dia, bersama dengan banyak pengusaha, menutup restorannya setelah jatuhnya Kabul.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.