Wednesday, February 28, 2024
HomeLainnyaNasionalBerkat Presiden Jokowi, Pakaian Baduy Banyak Dipesan Hingga Negara Tetangga

Berkat Presiden Jokowi, Pakaian Baduy Banyak Dipesan Hingga Negara Tetangga

Editor: Redaksi

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal selama menjabat kerap menggunakan baju adat daerah tertentu saat pidato kenegaraan. Pakaian adat yang dikenakan Jokowi tidak jarang menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat.

Nah kemarin, saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021 dan sidang bersama DPR RI serta DPD RI, Jokowi memilih menggunakan pakaian adat Suku Baduy. Jokowi menyatakan dipilihnya baju adat Baduy karena desaiannya yang sederhana, simpel, dan nyaman dipakai.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Jaro Saija tetua adat masyarakat Baduy yang telah menyiapkan baju adat ini, terima kasih,” ujar Jokowi saat pidato kenegaraan.

Baca juga: Polisi Periksa 12 Saksi Atas Insiden Mall Margo City Depok

Pilihan Jokowi itu tentu saja berdampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi baju adat Baduy. Pasalnya, usai Jokowi mengenakannya, banyak masyarakat yang menginginkan baju yang sama, sehingga permintaan pun naik.

Pelaku UMKM di kawasan pemukiman Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mengaku kebanjiran pesanan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai busana adat masyarakat Baduy pada Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR/DPR dan DPD di Jakarta.

“Kami merasa kewalahan melayani pesanan dan di antaranya 30 konsumen dari Bali, ” kata Kudil, seorang pelaku UMKM masyarakat Badui di lansir dari Antara, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Gubernur Kepri Minta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kebanyakan permintaan pesanan produk kerajinan pakaian pangsi yang biasa digunakan sehari-hari masyarakat Badui. Permintaan terus meningkat, sehingga berdampak terhadap omzet pendapatan pelaku UMKM.

“Kami tidak menyangka meningkatnya permintaan pesanan itu berkah dipakai Presiden Jokowi itu,” katanya.

Menurut Kudil dirinya kini mendapatkan omzet sekitar Rp 20 juta melalui pesanan tersebut. Padahal, sebelumnya pesanan baju itu terbilang sepi, paling bantar omzet pendapatan hanya Rp 3 juta per pekan.

Baca juga: Pasien Sembuh Covid-19 di Tanjungpinang Terus Bertambah

Namun, kata dia, Presiden Jokowi membawa rezeki terhadap pelaku UMKM masyarakat Baduy. Permintaan tak hanya dari dalam negeri saja, tapi juga dari sejumlah negara tetangga.

Meningkatnya permintaan itu dipastikan dapat berdampak positif terhadap perekonomian ekonomi masyarakat Badui di tengah pandemi Covid-19. Apalagi saat wisatawan yang berkunjung ke permukiman Badui relatif kecil. (*)

Sumber: sindonews.com

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER