Tak Terima Gajinya Dipotong Bupati Karimun, Puluhan Guru Honor Ngadu ke DPRD

Editor : Sudianto Pane

Suasana pertemuan DPRD Karimun dengan puluhan guru honor Pemkab Karimun yang meminta gaji mereka tak dipotong sebesar 40 persen. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Suasana pertemuan DPRD Karimun dengan puluhan guru honor Pemkab Karimun yang meminta gaji mereka tak dipotong sebesar 40 persen. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Hiruk-pikuk kebijakan Pemkab Karimun memotong gaji tenaga honor hingga mencapai 40 persen masih berbuntut.

Itu setelah puluhan guru honor yang tergabung dalam Gerakan Tenaga Kependidikan Honor Non Kategori Usia 35 Tahun ke Atas atau GTKNHK 35+ mendatangi DPRD Karimun mengadukan nasib mereka.

Audiensi langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Karimun, Muhammad Yusuf Sirat.

Ketua DPRD Karimun, Muhammad Yusuf Sirat mengatakan, audiensi tersebut bertujuan untuk mendengar langsung sejumlah aspirasi dan tuntutan GTKNHK 35+.

.Baca : GPP Karimun Berbagi Kebahagian Bersama Anak-anak Panti Asuhan Jehovah Jireh

.Baca : Bupati Karimun Aunur Rafiq Ngaku Terpaksa Potong Gaji Tenaga Honor 40 Persen

Adapun secara garis besar, kata Yusuf, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan oleh forum tenaga honorer di sektor pendidikan tersebut adalah memohon agar gaji tenaga honor baik kontrak dan insentif daerah tidak dipotong.

Kemudian, meminta agar apabila tetap ada pengurangan gaji maka tidak sampai 1,2 juta dan 850 ribu atau kembali lagi menjadi 1,5 juta untuk honor kontrak dan 1,2 juta untuk honor insentif.

Yusuf Sirat menyebut pihaknya akan mengagendakan pertemuan pekan depan bersama BKPSD, Disdik dan BPKAD Pemkab Karimun terkait aspirasi GTKNHK 35+ tersebut.

“Kita memutuskan untuk mengagendakan kembali audiensi ini pekan depan dengan meminta OPD terkait untuk hadir yang dalam hal ini adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Dinas Pendidikan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karimun,” kata Yusuf Sirat.

Legislator partai Golkar ini turut menyikapi aspirasi yang disampaikan mengenai pengurangan gaji honorer yang terjadi di bulan Agustus 2021.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kebijakan Bupati Karimun sebagai eksekutif dalam rangka mempertimbangkan keuangan daerah yang dihitung hingga Desember 2021 mendatang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.