DPRD Batam dan Pemko Batam Sepakat Perda Perubahan APBD Kota Batam 2021

Rapat paripurna mengenai laporan Banggar Ranperda Perubahan APBD Kota Batam TA 2021 sekaligus pengambilan keputusan, di ruang sidang utama DPRD Kota Batam, Batamcentre, Jumat (10/9). (Ist)
Rapat paripurna mengenai laporan Banggar Ranperda Perubahan APBD Kota Batam TA 2021 sekaligus pengambilan keputusan, di ruang sidang utama DPRD Kota Batam, Batamcentre, Jumat (10/9). (Ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – DPRD Kota Batam bersama Pemerintah Kota Batam menyetujui dan mengesahkan Ranperda Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun anggaran 2021 menjadi Perda, saat rapat paripurna, Jumat (10/9) sore.

Kesepakatan tersebut, ditandatangani oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin dan Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Ahmad Surya beserta Wali Kota Batam Muhammad Rudi disaksikan anggota DPRD Kota Batam yang hadir.

Pimpinan Badan Anggaran yang diwakili Muhammad Kamaluddin menyampaikan, bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi di Kota Batam tahun 2021 diprediksikan meningkat sebesar 2,97 hingga 3,77 persen dibandingkan tahun 2020 minus -2,55 persen.

.Baca : DPRD Batam Setuju Bentuk Pansus Perubahan Pajak dan Retribusi Daerah

“Dengan persyaratan keberhasilan program vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan dapat berjalan baik,” imbuh Waka I DPRD Kota Batam itu.

Begitu juga dengan peningkatan kapasitas pelabuhan dan beroperasinya KEK MRO AERO Batam. Diharapkan dapat menghemat devisa sebesar 65 sampai 70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai kurang lebih Rp26 triliun, pertahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Selanjutnya, inflasi di tahun 2021 diperkirakan terap dalam range 2 hingga 4 persen. Hal ini dikarenakan masih dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang masih terbatas akibat dampak pandemi Covid-19.

“Hal ini sesuai dengan perkembangan laju inflasi bulan Juni tahun 2021,” jelas politis partai Nasdem tersebut.

Kamaluddin juga memaparkan, konsumsi rill perkapita diprediksikan akan mengalami peningkatan dari Rp18,09 juta di tahun 2020 lalu dan diperkirakan menjadi 18,30 hingga 18,50 juta pada tahun 2021 nanti. Perihal ini didorong oleh belanja pemerintah dan berbagai program atau kegiatan yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.