Setelah Bebas Dari Penjara Atas Kasus Skimming, Dua WNA Filipina Diusir Dari Bali

Editor: Redaksi

Ilustrasi skimming ATM. (Foto: Pixabay)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BALI, SURYAKEPRI.COM – Petugas imigrasi Bali mendeportasi dua mantan napi warga negara Filipina. Mereka diusir dari Bali setelah bebas dari penjara.

Kedua mantan napi kejahatan skiming itu adalah Yzobel Antonio Tagle Almedia dan Adrian Delos Santos Ambayec.

“Mereka sebelumnya dipenjara di Lapas Kerobokan,” kata Kepala Kantor Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Gubernur Kepri Terima Penghargaan TOP Pembina BUMD 2021 Di Jakarta

Pendeportasian dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Philippine Airlines PR 540 rute Jakarta-Ninoy Aquino, Minggu (12/9/2021).

Dari catatan imigrasi, Yzobel dan Adrian datang ke Bali pada 4 Februari 2020 dengan visa bebas kunjungan. Berselang dua pekan, keduanya ditangkap karena melakukan skiming di sebuah ATM di Ubud, tepatnya 16 Februari 2020.

Dalam persidangan di PN Denpasar, Yzobel dan Adrian divonis 1 tahun dan enam bulan. Keduanya bebas Juli 2021 kemudian ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar sambil menunggu proses deportasi.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Kejar Utang 3 Anak Soeharto Rp 3,79 Triliun

Jamaruli menambahkan, kedua warga asing itu juga dimasukkan dalam daftar tangkal masuk wilayah Indonesia.

“Selama enam bulan dan bisa diperpanjang,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.