Kesaksian Warga yang Kabur dari Lembah Panjshir, Bagaimana Situasinya?

“Kami berada di Panjshir dan Perlawanan kami akan berlanjut,” kata Ahmad Massoud di Twitter.

Pemandangan di Lembah Panjshir, Afghanistan, yang diabadikan pada 21 Mei 2011 oleh angkatanbersenjata Amerika Serikat (AS).(USAF via WIKIMEDIA)
Pemandangan di Lembah Panjshir, Afghanistan, yang diabadikan pada 21 Mei 2011 oleh angkatanbersenjata Amerika Serikat (AS).(USAF via WIKIMEDIA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KABUL, SURYAKEPRI.COM – Warga Afghanistan yang melarikan diri dari Panjshir memberi kesaksian tentang situasi di lembah terisolasi yang merupakan kantong perlawanan terhadap Taliban.

Warga tersebut mengatakan: “Semuanya bisa berubah setiap saat.”

Ketika pasukan perlawanan terus memerangi Taliban di medan perang terakhir Afghanistan, penduduk yang melarikan diri dari provinsi itu mengatakan belum ada pemenang yang jelas.

Sejak Taliban mengklaim “kontrol penuh” atas Lembah Panjshir di timur laut Afghanistan awal bulan ini, kelompok tersebut telah dituduh melakukan “kekejaman yang meluas”, memaksa banyak warga Afghanistan untuk meninggalkan provinsi tersebut.

BACA JUGA: 

“Kami bahkan tidak tahu apa yang terjadi di desa berikutnya,” kata seorang pegawai pemerintah yang berhasil melarikan diri dari provinsi itu enam hari lalu.

Seperti sumber lain yang berbicara kepada Al Jazeera, dia tidak ingin mengungkapkan identitasnya karena takut akan pembalasan.

Selama hampir sebulan, pegunungan Panjshir yang menjulang tinggi dan lembah-lembah yang luas telah menjadi lubang hitam informasi di Afghanistan, dengan Front Perlawanan Nasional (NRF) dan Taliban bertarung untuk menguasai pertahanan terakhir negara itu melawan pengambilalihan besar-besaran oleh Taliban

Meskipun ratusan ribu warga Afghanistan di dalam negeri dan luar negeri telah menaruh harapan mereka di provinsi yang subur, 100.000 lebih penduduk Panjshir sendiri hanya memiliki sedikit kesempatan untuk menceritakan kisah tentang apa yang terjadi di rumah dan desa mereka selama beberapa minggu terakhir.

‘Semuanya bisa berubah setiap jam’

Pada akhir Agustus, saat pertempuran memanas, Taliban memutus layanan internet dan telepon seluler di provinsi tersebut, secara efektif memutus penduduk tidak hanya dari seluruh negara dan dunia, tetapi juga dari diri mereka sendiri.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.