Serangan Drone AS Tewaskan 10 Warga Sipil, Termasuk 7 Anak-anak di Afghanistan

Dampak serangan drone AS di Kabul pada 29 Agustus 2021. AS akui serangan yang menewaskan 10 orang, termasuk 7 anak-anak, telah salah sasaran karena target tidak memiliki kaitan dengan ISIS-K yang melakukan bom bunuh diri di Bandara Kabul yang menewaskan setidaknya 60 orang ketika proses evakuasi. (Foto dari New York Times).
Dampak serangan drone AS di Kabul pada 29 Agustus 2021. AS akui serangan yang menewaskan 10 orang, termasuk 7 anak-anak, telah salah sasaran karena target tidak memiliki kaitan dengan ISIS-K yang melakukan bom bunuh diri di Bandara Kabul yang menewaskan setidaknya 60 orang ketika proses evakuasi. (Foto dari New York Times).
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

WASHINGTON, SURYAKEPRI.COM – Serangan pesawat tak berawak di Kabul, Afghanistan, menewaskan 10 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak. Hal ini diakui oleh militer AS, Jumat (17/9/2021), dan meminta maaf atas apa yang dikatakannya sebagai kesalahan tragis.

Pentagon mengatakan serangan pada 29 Agustus 2021 itu menargetkan seorang pengebom bunuh diri ISIS yang mengancam pasukan pimpinan AS di bandara Kabul saat mereka menyelesaikan tahap terakhir penarikan mereka dari Afghanistan.

Bahkan ketika laporan tentang korban sipil muncul, jenderal tertinggi AS itu menggambarkan serangan itu sebagai “benar”.

“Pada saat serangan itu, saya yakin bahwa serangan itu telah menghindari ancaman yang akan segera terjadi terhadap pasukan kami di bandara,” kata Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS, kepada wartawan.

BACA JUGA:

“Investigasi kami sekarang menyimpulkan bahwa serangan itu adalah kesalahan yang tragis.”

Dia mengatakan dirinya sekarang percaya bahwa tidak mungkin mereka yang tewas adalah anggota afiliasi Negara Islam setempat, ISIS-Khorasan, atau menjadi ancaman langsung bagi pasukan AS. Pentagon sedang mempertimbangkan perbaikan, kata McKenzie.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan serangan pesawat tak berawak itu telah membunuh seorang Ahmadi yang bekerja untuk sebuah organisasi nirlaba bernama Nutrition and Education International.

“Kami sekarang tahu bahwa tidak ada hubungan antara Ahmadi dan ISIS-Khorasan, bahwa aktivitasnya pada hari itu sama sekali tidak berbahaya dan sama sekali tidak terkait dengan ancaman yang kami yakini akan kami hadapi,” kata Austin dalam pernyataannya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.