Poros Maritim Dunia di Selat Malaka, Potensi Sekaligus Ancaman (1)
Batam Bisa Menjadi Pusat Kargo Dunia

Kesibukan bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar Batam. Foto: fadhil
Kesibukan bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar Batam. Foto: fadhil
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SUARA mesin truk kontainer terdengar menderu di bawah terik matahari. Puluhan kendaraan berat tersebut tampak hilir mudik, dan sebagian masih menunggu antrean di bawah crane kontainer. Di ujung pandangan, satu per satu peti kemas diangkat dan dipindahkan ke truk yang sudah menunggu.

Suasana sibuk itu terlihat di Pelabuhan Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (23/09/2021). Saat itu, proses bongkar muat kapal sedang berlangsung di salah satu dermaga pelabuhan yang menjadi andalan Batam sebagai pintu masuk dan keluar logistik, yang pengelolaannya di bawah Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut.

Tim dari In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan yang mengikuti pelatihan wartawan perbatasan yang digelar oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN ‘Veteran’ Yogyakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) AS mengulas pengelolaan potensi kemaritiman di kawasan Selatan Malaka yang belum optimal ini.

Kota Batam di Pulau Batam secara geografis memang memiliki keistimewaan karena letak perairannya berada di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran internasional terpadat dan tersibuk di dunia.

Kurang lebih 90.000 kapal kargo dan minyak berbagai ukuran setiap tahun atau 7.500 kapal per bulan melintas di selat sempit Selat Philip dan Selat Malaka menuju perairan Karimum untuk kemudian ke seluruh tujuan berbagai negara di berbagai belahan dunia.

Di sisi lain, Provinsi Kepri yang merupakan provinsi kepulauan dengan luas wilayah 8.201,72 kilometer persegi dan 96 persennya adalah jalur pelayaran laut yang terbentang dari selat Malaka sampai dengan laut (Natuna) Cina Selatan. Berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Singapore serta menjadi poros utama pelayaran dunia.

Potensi ekonomi dari berkah geografis ini sangatlah besar terutama di bidang pelabuhan peti kemas dan lego jangkar. Potensi ini baru mampu dikelola maksimal oleh negara tetangga Singapura

Grafis Kesibukan lalulintas kapal di Selat Malaka
Grafis Kesibukan lalulintas kapal di Selat Malaka.

Asisten II Bidang Ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Syamsul Bahrum Syamsul dalam kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) Kemaritiman di The Golden Bay Hotel, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, belum lama ini, menyebut perlu penguatan sektor ini demi terwujudnya keunggulan di bidang maritim.

Dalam kegiatan bertajuk Peluang, Tantangan, dan Sinergi untuk Memajukan Bisnis Maritim Kepri Khususnya Kota Batam dan Sekitarnya itu, Syamsul mengatakan, ada lima sektor yang perlu diperkuat jika Batam ingin memaksimalkan sektor kemaritiman.
Adapun lima sektor itu:

1. Sumber Daya Manusia di sektor maritim

2. Penguatan ekonomi kemaritiman

3. Infrastruktur sektor kemaritiman

4.Diplomasi tentang kemaritiman,

5.Pertahanan

Presiden INAMPA, Pasoroan Herman Harianja, mengatakan, potensi kemaritiman di Indonesia ditaksir sekitar USD1,33 triliun. Dari total potensi itu, sekitar USD10 miliar ada di Kepri. Untuk itu, perlu memaksimalkan potensi tersebut demi kemajuan maritim daerah tersebut. Saat potensi tersebut baru sekitar 10 persen yang dimanfaatkan.

Potensi nyata yang bisa memberikan pemasukan besar adalah menjadikan Batam sebagai pusat kargo dunia dan pengelolaan lego jangkar.

Kesibukan bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar Batam. Foto: fadhil
Kesibukan bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar Batam. Foto: fadhil

Data dari BP Batam, Pelabuhan Batu Ampar memiliki kapasitas 420 ribu twenty foot equivalent units (TEUs) per tahun. Meski kalah jauh dibanding kapasitas pelabuhan di negara tetangga Singapura dan Malaysia yang saat ini menjadi transhipment atau terminal penghubung internasional.

BACA:Kedubes AS Tekankan Peran Penting Pers Jaga Kedamaian Laut Cina Selatan

“Untuk tahun ini mulai dioperasikan dermaga utara. Mulai tahun depan sudah mulai revitalisasi dermaga selatan dan utara, termasuk juga tempat penyimpanan kontainer (container yard) yang akan ditambah empat hektare. Setelah itu, baru diperbaiki yang dermaga timur,” kata Deputi IV Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin terkait rencana pembangunan Pelabuhan Batu Ampar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.