Poros Maritim Dunia di Selat Malaka, Potensi Sekaligus Ancaman (3-Habis)
Penyelundupan Memanfaatkan Out of Port Limit

Sebanyak 46,7 kg sabu dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Kepri, dari empat orang tersangka yang merupakan hasil pengungkapan 17-18 Januari 2021, Senin (8/2/2021).
Sebanyak 46,7 kg sabu dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Kepri, dari empat orang tersangka yang merupakan hasil pengungkapan 17-18 Januari 2021, Senin (8/2/2021).
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

POSISI Provinsi Kepulauan Riau yang bersinggungan langsung dengan perairan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara memiliki sejumlah kerawanan yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Dapat dikatakan, perairan Kepri menjadi border yang sangat terbuka lebar. Dengan luas wilayah 8.201,72 kilometer persegi dan 96 persennya merupakan lautan, tentu tidak mudah menjaga kawasan ini dari pelanggaran hukum mulai dari perdagangan manusia atau tarfficking, ilegal fishing, penyelundupan narkoba, barang, perompakan, dan penjualan BBM ilegal.

Apalagi saat ini berbagai tindak kejahatan tersebut menggunakan berbagai modus operandi mulai dari memanfaatkan perairan OPL (out of port limit) sampai menggunakan kapal mewah untuk menyelundupkan narkoba.

OPL perairan Selat Malaka. foto: net
OPL perairan Selat Malaka. foto: net

Aktivis kemanusiaan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), RD Chrisanctus Paschalis Saturnus Esong, mengatakan , penyebab perdagangan orang masif terjadi yaitu, masalah keluarga, tuntutan ekonomi, budaya, patriarki dan lainnya.di tengah pandemi, dan pekerjaan di Indonesia sangat sedikit.

1.Bisnis traficking ini menggunakan sejumlah tipe modus operandi yakni tipe Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural atau tanpa dokumen sama sekali. Jalur pelabuhan tikus Bintan, Teluk Mata Ikan, Nongsa, Pulau Galang, Teluk Sebong, Sungai Kecil dan lainnya.

2 PMI non prosedural melalui agensi tetapi menggunakan agen ilegalmenggunakan paspor pelancong.

3, PMI mandiri, yaitu pekerja yang dibawa bekerja keluar negeri oleh keluarganya sendiri

Data kasus dan tersangka kasus perdagangan orang di Batam. Data: Polda Kepri
Data kasus dan tersangka kasus perdagangan orang di Batam. Data: Polda Kepri

Kasus kejahatan yang cukup menonjol sebagai dampak negatif kawasan perairan terdepan adalah penyelundupan narkoba. Data Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam sepanjang tahun 2020 saja ada 44 kasus penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) dengan nilai Rp 52 miliar.

Barang bukti dari 44 kasus 20.917,6 gram jenis sabu, 30.039 butir ekstasi, dan 31,7 gram ekstasi. Termasuk penyelundupan sabu melalui Bandara Internasional Hang Nadim.

BACA:Batam Bisa Menjadi Pusat Kargo Dunia

BACA:Regulasi Lego Jangkar yang Tertatih-tatih

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.