Saham se-Asia Bertumbangan Gara-gara Kasus Evergrande

FOTO FILE: Seorang pria mengamati papan elektrik yang menunjukkan indeks Nikkei di luar broker di distrik bisnis Tokyo, Jepang, 21 Juni 2021. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon via CNA)
FOTO FILE: Seorang pria mengamati papan elektrik yang menunjukkan indeks Nikkei di luar broker di distrik bisnis Tokyo, Jepang, 21 Juni 2021. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon via CNA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TOKYO, SURYAKEPRI.COM – Saham Asia melorot pada Senin (4/10/2021) gara-gara kasus Gagal bayar (default) raksasa properti China, Evergrande.

Kasus tersebut memicu kekhawatiran tentang sektor properti China dan kekhawatiran inflasi mengimbangi data AS yang optimistis dan berita positif tentang obat baru untuk memerangi virus corona.

Perdagangan saham China Evergrande yang sarat utang dihentikan setelah melewatkan pembayaran bunga utama pada kewajiban utang luar negeri untuk kedua kalinya pekan lalu.

“Masalah terbesar bukanlah default oleh Evergrande tetapi lingkungan yang menyebabkan kejatuhannya. Pihak berwenang mengatur pinjaman perumahan dan pinjaman kepada perusahaan properti. Pasar sudah melihat [imbas] selanjutnya dari Evergrande,” kata Kazutaka Kubo, ekonom senior di Okasan Securities.

BACA JUGA:

“Ada peningkatan risiko kerugian Evergrande akan menyebar ke seluruh sektor properti China.”

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3%. Indeks menandai penurunan kuartalan pertama dalam enam kuartal.

Hong Kong memimpin penurunan dengan melorot 1,9 persen dalam indeks Hang Seng. Nikkei Jepang mengikis kenaikan sebelumnya menjadi 1,4 persen lebih rendah di posisi terendah satu bulan di 28.375.

Pasar daratan China akan ditutup hingga Kamis untuk liburan Hari Nasional, sementara pasar Korea Selatan juga tutup pada hari Senin.

Indeks MSCI dari saham dunia, ACWI, turun 0,1 persen menjadi 711,92, tidak jauh dari level terendah tiga bulan pada hari Jumat di 705,27.

Kekhawatiran Memupus Sentimen Positif 

Sentimen investor meningkat pada hari Jumat setelah Merck & Co mengatakan pengobatan antivirus oral eksperimental dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah.

Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis pada hari Jumat juga menunjukkan peningkatan belanja konsumen dan percepatan aktivitas pabrik, tetapi juga inflasi yang tinggi.

Data yang diterbitkan pada hari Jumat juga menunjukkan inflasi zona euro mencapai angka tertinggi 13 tahun bulan lalu dan tampaknya masih akan melonjak lebih tinggi.

Investor khawatir inflasi global dapat bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, mengingat kenaikan harga komoditas yang berkelanjutan dan gangguan pasokan yang sedang berlangsung di banyak bagian dunia, meskipun ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa inflasi yang tinggi hanya bersifat sementara.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.